Senin, 20 April 2026

Berita Bangka

Sebulan, Empat SPPG Serap 98.816 Telur Ayam

Empat SPPG atau dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bangka mampu menghabiskan ribuan telur setiap bulannya.

Bangka Pos/Arya Bima Mahendra
TELUR AYAM - Ilustrasi gambar telur ayam yang dijual pedagang di Pasar Kite Sungailiat. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Empat satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bangka mampu menghabiskan ribuan telur setiap bulannya. Berdasarkan data Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka, diketahui empat SPPG tersebut membutuhkan total 98.816 butir telur per bulan atau rata-rata per SPPG menghabiskan sekitar 24.704 butir telur per bulan.

Pasanya, telur ayam menjadi salah satu menu rutin setiap pekannya. Menu telur ayam dijadikan menu seminggu sekali di empat SPPG tersebut.

Misalnya di SPPG Pemali yang membutuhkan 6.876 butir telur ayam per minggu atau 27.504 butir per bulan. Lalu SPPG Parit Padang yang membutuhkan 6.528 butir per minggu atau 26.112 butir per bulan.

Kemudian SPPG Parit Pekir yang membutuhkan 6.640 butir per minggu atau 26.560 butir per bulan. Terakhir, SPPG Air Hanyut yang menghabiskan 4.660 butir per minggu atau 18.640 butir per bulan.

Dari jumlah tersebut, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinpanpertan Kabupaten Bangka mengasumsikan kebutuhan telur ayam jika 32 SPPG di Kabupaten Bangka berdiri berdasarkan data proyeksi empat SPPG tersebut adalah sebanyak 790.528 butir per bulan atau 9.486.336 butir per tahun.

"Jadi dalam seminggu itu ada dua hari menu ayam, dua hari menu daging, satu hari menu telur dan satu hari menu makanan ringan seperti roti," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinpanpertan Bangka, Krisnaningsih, Kamis (11/12).

Krisnaningsih menyebut, jumlah peternak telur di Kabupaten Bangka sangat sedikit dan hanya segelintir orang. Oleh karena itu, dari awal, komoditas telur ayam memang banyak didatangkan dari luar Pulau Bangka, terutama Palembang, Sumatera Selatan.

Diakuinya, untuk mencukupi kebutuhan telur tersebut, upaya yang dilakukan salah satunya adalah melalui dana ketahanan pangan (ketapang) di desa-desa yang bakal dilaksanakan untuk melakukan kegiatan budi daya ayam petelur.

"Mudah-mudahan itu yang bisa memback-up nanti (kebutuhan telur-red). Mungkin bulan Desember ini sudah banyak yang panen telur bagi desa-desa yang menggunakan dana ketapang," ungkapnya.

Dirinya pun berharap betul program dana ketapang tersebut mampu mencukupi kebutuhan telur bagi masyarakat Kabupaten Bangka, termasuk untuk kebutuhan dapur MBG. "Karena telur itukan satu orang satu (kebutuhan di MBG untuk satu porsi-red), jadi semoga bisa itu membantu back-up kebutuhan," harapnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved