Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

BKHIT Babel Ajak Bangun Kedaulatan Pangan

BKHIT Bangka Belitung menggelar public hearing guna membangun kedaulatan pangan melalui harmonisasi dan sinergi sistem perkarantinaan.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
PUBLIC HEARING - BKHIT Bangka Belitung menggelar public hearing, di Hotel Soll Marina, Selasa (16/12/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Bangka Belitung menggelar public hearing guna membangun kedaulatan pangan melalui harmonisasi dan sinergi sistem perkarantinaan, Selasa (16/12). 

Terdapat pula penandatanganan deklarasi harmonisasi dan sinergi bersama lintas sektoral, dalam rangka penguatan sistem perkarantinaan di era globalisasi melalui hilirisasi produk pertanian dan perikanan.

Kepala BKHIT Bangka Belitung, Herwintarti mengatakan, adanya peningkatan kualitas pelayanan ekspor dan antar area, memberikan nilai dan dampak positif bagi masyarakat dan daerah yaitu jaminan kesehatan dan mutu pangan serta pakan.

"Dengan frekuensi sertifikasi 2025 sampai bulan November yakni 65.039 sertifikasi, meningkat sejumlah 33,28 persen dari tahun 2024 atau 48.800 sertifikasi. Serta capaian PNBP meningkat 8,11 persen dari tahun 2024 senilai Rp1,439 miliar di tahun 2025 sedangkan pada tahun sebelumnya Rp1,331 miliar," ujar Herwintarti

Melalui sistem perkarantinaan berbasis terintegrasi dan digital untuk nilai volume layanan dan nilai komoditas tersinkronisasi, melalui data Bestrust Januari-November 2025 yaitu 759 sertifikasi ekspor, serta 36.435 dokumen kesehatan.

"Tren peningkatan ekspor maupun fasilitasi domestik karantina hewan menunjukkan bahwa perkarantinaan memiliki peran strategis, dalam menjaga kelancaran perdagangan, stabilitas pasokan, dan peningkatan nilai ekonomi komoditas daerah," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk Bangka Belitung terdapat sekitar 100 pelabuhan kecil yang belum ditetapkan, sebagai pintu pemasukan dan pengeluaran komoditas karantina.

"Kondisi ini menyebabkan banyak pergerakan barang berlangsung tanpa dukungan fasilitas resmi, sehingga pengawasan, standarisasi layanan, dan ketertelusuran logistik belum optimal. Penetapan dan penataan pelabuhan kecil ini sangat diperlukan untuk memperkuat rantai logistik dan keamanan hayati daerah, dalam menjamin kedaulatan pangan," ungkapnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved