Berita Bangka Selatan
2026, Pemkab Bangka Selatan Kejar Target Perluasan Tanam Pangan
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menargetkan adanya peningkatan luas tanam tanaman pangan hingga ratusan hektare pada tahun 2026 ini.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menargetkan adanya peningkatan luas tanam tanaman pangan hingga ratusan hektare pada tahun 2026 ini. Kebijakan tersebut optimistis tercapai melalui program rehabilitasi lahan sawah yang mulai digulirkan tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, peningkatan luas tanam merupakan agenda berkelanjutan yang diharapkan terus terjadi setiap tahun. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada. Caranya melalui perbaikan dan penataan kembali lahan sawah yang sebelumnya kurang produktif.
"Luas tanam pada tahun ini, khususnya tanaman pangan, kita harapkan setiap tahunnya ada penambahan. Tahun 2026 ini, Insya Allah ada program rehabilitasi lahan sawah," kata Risvandika, Sabtu (3/1).
Diakuinya, program rehabilitasi lahan sawah adalah program pemerintah untuk memperbaiki, memulihkan, dan mengoptimalkan fungsi lahan sawah. Terutama yang mengalami penurunan kualitas atau tidak produktif, agar kembali layak dan optimal digunakan untuk pertanian, khususnya tanaman pangan seperti padi.
"Rehabilitasi dilakukan untuk menyempurnakan lahan, baik dari sisi irigasi, tata kelola air, maupun pengelolaannya," jelas Risvandika.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur dasar pertanian seperti saluran irigasi dan sistem drainase menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi lahan sawah. Dengan sistem pengairan yang memadai, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan atau kelebihan air. Peningkatan luas tanam ini tidak hanya berdampak pada naiknya produksi pangan daerah.
Dengan lahan yang lebih luas dan produktif, peluang peningkatan hasil panen dan pendapatan petani pun semakin besar. Seiring dengan pelaksanaan program tersebut, Pemkab Bangka Selatan menargetkan adanya peningkatan luas tambah tanam (LTT) yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pada tahun 2026 kami menargetkan penambahan luas tanam tanaman pangan berkisar antara 100 hingga 300 hektare dibandingkan tahun 2025," sebutnya.
Upaya peningkatan luas tanam ini juga didukung oleh penambahan alokasi pupuk subsidi pada tahun 2026 sebesar 5-10 persen. Risvandika yakin ketersediaan pupuk subsidi menjadi faktor penting dalam menunjang produktivitas pertanian, khususnya bagi petani tanaman pangan.
"Tentunya mampu menekan biaya produksi pertanian sekaligus mendorong petani untuk memanfaatkan lahan secara maksimal," ucap Risvandika. (u1)
| Kapolres Bangka Selatan Pimpin Sertijab Tiga PJU, Kasi Humas dan Dua Kapolsek Berganti |
|
|---|
| Polisi dan Warga Gotong Royong Sembelih Hewan Kurban |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban, Belum Ada Temuan Penyakit |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Sesuaikan 4 Struktur OPD |
|
|---|
| Pasokan Masih dari Luar Daerah, Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Distribusi Bahan Pokok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260102-Kepala-Dinas-Pertanian-Pangan-dan-Perikanan-Kabupaten-Bangka-Selatan-Risvandika.jpg)