Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Tengah

Gandeng IPB University, Dinas Perikanan Bangka Tengah Perkuat Budi Daya Kepiting

Kabupaten Bangka Tengah mulai mengembangkan potensi di sektor budi daya perikanan.

Tayang:
Bangkapos.com
BUDIDAYA KEPITING - Area pemijahan Kepiting yang dikembangkan Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah di IBIAP Desa Guntung, Kecamatan Koba, pada Senin (5/1/2026). 

KOBA, BABEL NEWS - Kabupaten Bangka Tengah mulai mengembangkan potensi di sektor budi daya perikanan. Salah satu usaha pengembangan ini diwujudkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, melalui pengembangan komoditas ikan air payau.

Berlokasi di Instalasi Budidaya Ikan Air Payau (IBIAP), Desa Guntung, Kecamatan Koba, sejak beberapa waktu lalu Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah berupaya membudidayakan beberapa jenis ikan. Di lokasi ini, terlihat deretan kolam buatan dari bahan plastik yang digunakan untuk tempat perkawinan antara kepiting jantan dan betina.

Ketika diamati, di dalam kolam khusus tersebut terdapat dua kepiting yang melakukan proses perkawinan dengan posisi bertumpuk. Sementara dalam bangunan lain, boks berwarna biru dengan pola bertumpuk berjajar rapi.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Chazwir Chadir mengatakan, berbeda dengan tempat pemijahan, boks bertingkat itu merupakan tempat pembesaran kepiting. Diakuinya, metode budi daya dalam boks dikembangkan melalui sistem Recirculating Aquaculture System (RAS), yaitu budi daya intensif yang mendaur ulang air secara terus-menerus melalui proses filtrasi. 

Ia menyampaikan, implementasi sistem IBIAP Desa Guntung dikembangkan melalui kerja sama yang dilakukan dengan IPB University. Pihaknya saat ini mendapatkan bimbingan untuk melakukan upaya pemijahan kepiting tersebut.

"Instalasi Guntung ini merupakan instalasi yang fokus mengembangkan komoditas ikan air payau. Kebetulan sudah dari 2024 kemarin, bersama IPB University, kita diberikan kesempatan untuk mengakses program untuk melakukan budi daya kepiting ini," ujar Chazwir Chadir, Senin (5/1).

Ia mengakui, pemijahan melalui usaha perkawinan kepiting dalam kolam khusus ini merupakan suatu hal yang baru khususnya di Pulau Bangka. Sehingga membutuhkan usaha yang ekstra. "Memang untuk budi daya kepiting sudah relatif lumayan banyak, tapi untuk pemijahan ini baru beberapa, ada yang sudah mengembangkan tapi hasilnya memang belum maksimal. Jadi kita terus berusaha," sebutnya.

Dirinya menjelaskan, pengembangan proses pemijahan dari Dinas Perikanan Bangka Tengah ini merupakan bentuk usaha untuk mengurangi ketergantungan bibit budi daya kepiting yang masih bergantung pada hasil alam. "Kami terus berproses, harapan nantinya kita bisa memproduksi benih kepiting sendiri, sehingga tidak tergantung dengan bibit atau benih dari alam," ucap Chazwir Chadir.

Menurutnya, meski saat ini proses pengembangan yang dilakukan belum berhasil sampai menghasilkan bibit atau benih, namun progres terus menunjukkan suatu hal positif. "Pengalaman yang telah dilakukan teman-teman di lapangan, memang baru sebatas telur stadium 2 dan belum berhasil menetaskan. Kami terus berporses dan terus dibimbing oleh para ahli," katanya.

Ia berharap, saat proses pengembangan berhasil dilakukan, bisa menjadi sebuah contoh untuk proses budi daya mandiri bagi masyarakat. Chazwir Chadir berpendapat, katika pemijahan dapat dilaksanakan secara mandiri, budi daya kepiting bisa menjadi sumber ekonomi baru warga pesisir pantai.

"Ini merupakan riset sinergi, yang nantinya dapat menjadi contoh masyarakat pesisir untuk ikut mengembangkan ekonomi," pungkasnya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved