Berita Pangkalpinang

Pangkalpinang Waspadai Superflu, Dinkes Layangkan Surat Edaran ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang telah mengeluarkan surat edaran terkait peningkatan kewaspadaan dini terhadap penyakit superflu.

Editor: suhendri
Ist Dok Widya
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Widya Eva Sari. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Meski belum ada laporan warga yang terjangkit superflu di Kota Pangkalpinang, peningkatan kasus influenza pada tahun lalu mendorong Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipatif guna mencegah masuk dan menyebarnya influenza A subklad K atau superflu.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, memperkirakan, jumlah kasus influenza di Pangkalpinang secara umum mencapai sekitar 18 ribu kasus sepanjang 2025.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat hanya 10.340 kasus. 

Adapun superflu terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025.

Hingga akhir Desember 2025, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

Jumlah tersebut dilaporkan mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

Menurut Kemenkes, angka penularan tertinggi tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Mayoritas kasus superflu dialami oleh perempuan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Widya Eva Sari, mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait peningkatan kewaspadaan dini terhadap penyakit superflu.

Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

"Surat edaran ini kami sampaikan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar segera meningkatkan kewaspadaan dini, terutama melalui penguatan kinerja surveilans penyakit," kata Widya, Kamis (8/1/2026).

Tenaga kesehatan, lanjut dia, diminta untuk meningkatkan sensitivitas dalam menjaring dan memantau pasien dengan keluhan flu yang datang ke fasilitas kesehatan.

Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi secara cepat kemungkinan adanya penyakit menular yang berpotensi berbahaya.

Namun demikian, Widya mengakui masih terdapat kendala di lapangan, salah satunya kebiasaan masyarakat yang cenderung mengobati flu secara mandiri tanpa melakukan pemeriksaan medis. 

"Sering kali masyarakat menangani sendiri ketika mengalami flu. Padahal, hal ini bisa menghambat deteksi dini penyakit," ujarnya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved