Berita Bangka Barat
Alami Keterbatasan Anggaran Tangani Banjir, Bangka Barat Minta Dukungan Pemprov
Bupati Bangka Barat, Markus telah menyampaikan banyak persoalan ke Pemprov Babel, terkait kondisi Bangka Barat di tengah keterbatasan anggaran.
MENTOK, BABEL NEWS - Bupati Bangka Barat, Markus telah menyampaikan banyak persoalan ke Pemprov Babel, terkait kondisi Bangka Barat di tengah keterbatasan anggaran akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Hal ini disampaikan Markus, saat mengikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh bupati/wali kota se-Babel dan Gubernur Bangka Belitung di Belitung, Senin (12/1).
Ia mengatakan, dalam rapat koordinasi yang digelar di Belitung, sejumlah kendala penanganan banjir di wilayah Bangka Barat, telah disampaikan. "Kendala telah saya sampaikan, terutama penanganan banjir Tanjung Laut, Culong, Parittiga, sampaikan ke provinsi agar bisa bantu kami. Karena mengharapkan APBD kabupaten tidak sanggup," kata Markus, Minggu (18/1).
Selain itu, dalam rakor tersebut, Markus juga meminta bantuan dan dukungan dari pemerintah provinsi. Mengingat keterbatasan kemampuan APBD kabupaten dalam menangani persoalan banjir secara menyeluruh.
"Selain itu, turut disampaikan persoalan pembiayaan iuran BPJS Kesehatan, di mana pemerintah kabupaten mengharapkan penambahan kepesertaan yang ditanggung oleh pemerintah provinsi. Karena kita tahu sama tahu kondisi keuangan 2026 ini," harapnya.
Menurutnya, permintaan tersebut disampaikan, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah 2026, diproyeksikan mengalami berbagai penyesuaian, seiring dengan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD). "Sehingga pemerintah daerah lebih cermat dan teliti dalam menyusun serta mengelola APBD kita," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah mengajukan usulan anggaran sekitar Rp300 miliar ke Bappenas untuk mengatasi banjir di Mentok dan Parittiga. Hal ini disampaikan Bupati Bangka Barat, Markus, Kamis (11/12/2025).
"Untuk daerah banjir, saya sudah mengajukan ke Bappenas untuk penanganan banjir. Di Mentok dan Parittiga total anggaran cukup besar. Kalau kita hanya datang memberikan bantuan, saya anggap tidak menyelesaikan masalah. Tidak perlulah pecitraan-pecitraan begitu," kata Markus.
Markus mengaku, sudah datang ke Jakarta, untuk mengajukan anggaran ke pemerintah pusat, terkait penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Sehingga mampu menjawab persoalan banjir di kedua wilayah tersebut.
"Saya sudah datang ke Jakarta, ada kurang lebih Rp300 miliar kita ajukan ke pusat, untuk penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Semoga bisa turun, bisa menangani banjir di Mentok," ujarnya.
Selanjutnya, kata Markus, teknisnya akan dilakukan dinas terkait, mulai dari penyusunan kajian dan studi untuk penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Menurutnya, di Mentok persoalannya lebih ke banjir rob. Sementara di Parittiga banjir terjadi karena air tidak memiliki tempat penampungan. Maka rencana yang disiapkan antara lain pembangunan embung dan penahan air di Parittiga.
"Nanti teknis dinas terkait melakukan kajian studinya untuk persiapan penanganan banjir di Parittiga dan Mentok," jelasnya.
Ia berharap, masyarakat dapat menjaga rumah dan lingkungan. Dirinya bersama jajarannya bakal meninjau kawasan Tanjung Laut Mentok yang sering dilanda banjir. "Dengan dukungan anggaran, mudah-mudahan semua bisa terealisasi," harapnya.
Sebelumnya, banjir rob merendam sejumlah permukiman warga di pesisir pantai, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (8/12/2025) pagi. Pasang air laut yang terjadi bersamaan dengan hujan deras menyebabkan ratusan rumah tergenang. Dengan tinggi air bervariasi dari semata kaki hingga betis orang dewasa.
Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal memprediksi periode pasang air laut, masih terjadi hingga tanggal 9, 10, dan 11 Desember 2025. Diakui Safrizal, pemerintah daerah telah melakukan langkah menghadapi periode pasang air laut yang menyebabkan banjir rob di sejumlah daerah pesisir.
Ia menjelaskan, banjir rob melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Mentok, seperti Kampung Tanjung, Kampung Tanjung Pakdan, Kampung Ulu, Tanjungkalian, Tanjung Laut, dan Teluk Rubiah Laut. Dengan jumlah yang terdampak di lokasi itu 593 bubung rumah. (riu)
| Sedekah Kampung 'Panggil' Menggema di Desa Kacung |
|
|---|
| Polres Bangka Barat Sulap Lahan Kritis Jadi Kebun Semangka Produktif, Sekali Panen Capai 15 Ton |
|
|---|
| Polres Bangka Barat Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang |
|
|---|
| Keberadaan Kamaludin Masih Misterius, Tim SAR Kembali Sisir Kawasan Desa Tugang Bangka Barat |
|
|---|
| 52 Warga Kecamatan Mentok Bangka Barat Terima Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251231-Bupati-Bangka-Barat-Markus.jpg)