Selasa, 9 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Realisasi Investasi Meleset dari Target, Pangkalpinang Bakal Sederhanakan Proses Perizinan

Realisasi investasi 2025 tercatat turun hingga 47 persen dibandingkan tahun 2024 yang mampu menembus angka Rp4,94 triliun

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos
REALISASI INVESTASI - Kendaraan melintas di pusat Kota Pangkalpinang. Sepanjang 2025, realisasi investasi di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini tidak mencapai target yang ditetapkan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pangkalpinang mencatat realisasi investasi sepanjang tahun lalu hanya mencapai Rp2,62 triliun atau sekitar 76 persen dari target Rp3,4 triliun. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pangkalpinang mencatat realisasi investasi di Pangkalpinang sepanjang 2025 hanya mencapai Rp2,62 triliun atau sekitar 76 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,4 triliun.

"Secara kumulatif, realisasi investasi Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp2,62 triliun, namun memang belum mampu memenuhi target yang telah ditetapkan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pangkalpinang Endang Supriyadi kepada Bangka Pos, Senin (26/1/2026).

Bahkan, secara tahunan (year on year), tren investasi di Pangkalpinang mengalami penurunan tajam.

Realisasi investasi 2025 tercatat turun hingga 47 persen dibandingkan tahun 2024 yang mampu menembus angka Rp4,94 triliun. 

"Penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga kehati-hatian investor dalam merealisasikan ekspansi usahanya," ujar Endang.

Dalam upaya menarik investasi, lanjut dia, Kota Pangkalpinang masih menghadapi sejumlah tantangan klasik.

Di antaranya keterbatasan lahan strategis, kebutuhan peningkatan kualitas infrastruktur pendukung investasi, serta kesiapan sumber daya manusia yang harus terus disesuaikan dengan kebutuhan industri. 

Selain itu, kepastian dan kecepatan layanan perizinan juga menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan investor.

Di tahun 2026, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendongkrak realisasi investasi.

Di antaranya akan memperkuat promosi investasi, menyederhanakan proses perizinan, serta mendorong pengembangan sektor unggulan di luar pertambangan, seperti jasa, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. 

"Ke depan, kami ingin menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan sehingga Pangkalpinang tidak hanya bergantung pada satu sektor saja," tutur Endang. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved