Berita Belitung
YTCI Gandeng KTH Pulihkan Lahan Kritis Tahura Gunung Lalang
YTCI bekerja sama dengan Yayasan Kehati melakukan penanaman di lahan kritis dalam kawasan Tahura Gunung Lalang, Desa Air Rayak, Tanjungpandan.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Yayasan Tarsius Center Indonesia (YTCI) bekerja sama dengan Yayasan Kehati melakukan penanaman di lahan kritis dalam kawasan Tahura Gunung Lalang, Desa Air Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung pada Rabu (11/2). Kegiatan yang merupakan bagian dari program SOLUSI itu, merupakan upaya intervensi mengembalikan ekosistem hutan yang mulai rusak.
Kali ini, YTCI menggandeng Kelompok Tani Hutan (KTH) yang sudah berkebun di Tahura untuk menanam 2.500 bibit tanaman. "Target awal kami di tahun 2026 ini menanam 2.500 bibit di lahan kritis Tahura seluas 30 hektare. Ini upaya intervensi sekaligus pemicu awal," ujar Ketua YTCI, Budi Setiawan.
Ia menjelaskan, area Tahura Gunung Lalang ini memiliki luasan sekitar 2.500 ha yang didesain sebagai penopang Kota Tanjungpandan. Tapi, seiring waktu area tersebut mulai terdegradasi dari aktivitas ilegal logging, ilegal mining, kebun masyarakat dan lainnya.
Oleh sebab itu, penting untuk diupayakan mengembalikan ekosistem hutan. "Kami dari YTCI bekerja sama dengan Yayasan Kehati melalui Program SOLUSI membantu pemerintah daerah dengan berbagai upaya," kata Budi Setiawan.
Langkah pertama yang dilakukan membantu pemda dalam menyusun RPJP untuk dokumen Tahura. Kedua, membentuk kelompok masyarakat yang sudah berkebun di dalam Tahura disebut Kelompok Tani Hutan (KTH). Sehingga mereka memiliki status yang lebih jelas dalam mengelola lahan tersebut.
"Upaya ketiga yang kami lakukan hari ini yaitu restorasi. Melalui Program SOLUSI, dilakukan interverensi upaya restorasi terhadap lahan Tahura yang sudah kritis," katanya.
Ia menjelaskan restorasi dilakukan dengan memberikan bantuan bibit tanaman pohon dan buah kepada KTH. Tanaman buah seperti rambutan, jambu, alpukat, matoa dan durian. Sedangkan tanama hutan berupa belanger, nyato, bambu, sisilan dna urisan.
"Diharapkan tanaman dengan pohon besar ini mampu mengembalikan eksistem hutan dan memiliki nilai ekonomis bagi KTH," jelasnya.
Ia menambahkan, YTCI menargetkan lahan seluas 30 hektare untuk upaya intervensi sekaligus pemicu awal. "Harapannya kalau RPJP sudah disahkan kementerian, maka akan dibentuk UPT. Nantinya petani KTH ini akan bekerja sama dengan pemerintah dalam pengelolaan lahan dalam jangka panjang," katanya. (dol)
| Pemkab Belitung Timur Gandeng BRIN Kaji Arsip Sejarah Daerah |
|
|---|
| Kasus Dugaan Penipuan di Keciput Masuk Babak Baru, Mantan Kades Dititip di Lapas Tanjungpandan |
|
|---|
| Prevalensi Stunting di 5 Desa Beltim di Atas Target 15,38 Persen, Renggiang Tertinggi |
|
|---|
| 178 Atlet Pelajar Berlaga di O2SN Belitung Timur 2026 |
|
|---|
| Beltim Sediakan Kuota 3.221 Siswa SD/MI dan 2.439 Siswa SMP/MTs di SPMB 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260211-FOTO-BERSAMA-Rombongan-YTCI-bersama-tamu-undangan.jpg)