Minggu, 7 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Perairan Bangka Belitung Diprediksi Kondusif untuk Mudik 

Secara umum, tinggi gelombang pada Maret hingga Mei 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah sehingga dinilai cukup kondusif

Tayang:
Editor: suhendri
Posbelitung.co
Ilustrasi mudik Lebaran menggunakan kapal laut. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi gelombang di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama periode mudik Lebaran 2026 relatif aman.

Secara umum, tinggi gelombang pada Maret hingga Mei 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah sehingga dinilai cukup kondusif bagi aktivitas pelayaran maupun mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

"Secara umum, kondisi gelombang di wilayah perairan Bangka Belitung pada Maret masih relatif rendah," kata Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Slamet Supriyadi, dalam press release Prediksi Musim Kemarau 2026 dan Informasi Cuaca Mudik Lebaran Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (9/3/2026).

Slamet menyebutkan, rata-rata tinggi gelombang di perairan Bangka dan Belitung  pada Maret 2026 berada di kisaran 0,1-1,0 meter atau termasuk kategori rendah.

Pada periode tersebut, arah angin umumnya bertiup dari barat laut hingga utara, dengan kecepatan rata-rata sekitar 4-8 knot.

Memasuki April 2026, kondisi gelombang laut diprediksi masih berada dalam kategori yang sama, yakni 0,1 hingga 1,0 meter. Namun, arah angin mulai mengalami perubahan. 

Untuk wilayah perairan utara Bangka Belitung, arah angin umumnya berasal dari barat laut hingga timur laut.

Adapun di perairan selatan Bangka Belitung, arah angin cenderung bertiup dari barat hingga selatan, dengan kecepatan rata-rata sekitar 2-6 knot.

Pada Mei 2026, tinggi gelombang diperkirakan sedikit meningkat, namun tetap berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,1-1,25 meter.

Pada periode ini, arah angin umumnya bertiup dari tenggara dengan kecepatan berkisar 2-10 knot.

Slamet menyebut kondisi gelombang laut yang relatif rendah tersebut juga dipengaruhi karakteristik musim kemarau yang cenderung memiliki cuaca lebih stabil di wilayah perairan.

Pada musim kemarau, potensi pembentukan awan konvektif, seperti kumulonimbus yang dapat memicu angin kencang dan meningkatkan tinggi gelombang, umumnya lebih kecil dibandingkan musim hujan.

Secara keseluruhan, BMKG memperkirakan kondisi gelombang laut di wilayah perairan Bangka Belitung pada periode Maret hingga Mei 2026 berada dalam kategori rendah, dengan kisaran 0,1-1,0 meter, arah angin dominan dari timur laut hingga tenggara, serta kecepatan angin berkisar 2-10 knot atau sekitar 4-19 kilometer per jam.

Dengan kondisi tersebut, warga tetap diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.

BMKG telah menyediakan sejumlah layanan informasi cuaca yang dapat diakses secara daring melalui laman https://signature.bmkg.go.id/dwt/posko serta https://signature.bmkg.go.id/dwt/poskolf.

Melalui laman tersebut, warga dapat memantau kondisi cuaca terkini di sepanjang jalur perjalanan, baik untuk transportasi darat, laut, maupun udara.

"Selama masih tersedia jaringan internet, masyarakat dapat memantau kondisi cuaca terkini di mana pun berada," kata Slamet.

Tidak hanya itu, BMKG juga akan menyiapkan layanan informasi cuaca tematik khusus Idulfitri pada hari pelaksanaan salat Id. 

Informasi tersebut akan disampaikan kepada  sejumlah masjid di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Belitung, serta beberapa ibu kota kabupaten lainnya di Bangka Belitung.

Pada kesempatan yang sama, Slamet juga mengungkapkan masih banyak warga yang memiliki persepsi bahwa musim kemarau berarti tidak ada hujan sama sekali.

Padahal secara klimatologis, hujan masih dapat terjadi pada musim kemarau, hanya saja jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata musim hujan.

"Musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, tetapi jumlah curah hujannya jauh lebih kecil dibandingkan rata-rata normal," ujar Slamet. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved