Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

THR ASN Pemprov Babel Cair 

Total THR ASN di lingkungan Pemprov Babel mencapai Rp33 miliar, termasuk Rp8 miliar untuk PPPK paruh waktu.

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Babel, Yunan Helmi. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai mencairkan tunjangan hari raya (THR) 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Babel pada Rabu (11/3/2026).

"Alhamdulillah, THR hari ini cair. Untuk besaran yang ASN sesuai dengan gaji pokok dan TPP (tambahan penghasilan pegawai) di bulan Februari, sedangkan untuk PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) paruh waktu, itu satu bulan gaji," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Babel, Yunan Helmi

“Untuk PPPK penuh waktu berdasarkan aturan peraturan pemerintah dan peraturan gubernur, sesuai dengan waktu pelantikan. Misalnya, pelantikannya itu tujuh bulan, berarti 7/12 dari satu bulan gajinya. Memang terdapat selisih atau perbedaan antara PPPK paruh waktu dengan PPPK penuh waktu," ujar Yunan.

Namun, lanjut dia, PPPK paruh waktu nantinya tidak akan mendapatkan gaji ke-13, sedangkan PPPK bakal mendapatkan gaji ke-13. 

"Jadi PPPK penuh waktu ini akan mendapatkan gaji ke-13 nantinya, tetapi kalau untuk PPPK paruh waktu itu memang tidak dianggarkan untuk gaji ke-13," tutur Yunan.

Adapun total THR ASN di lingkungan Pemprov Babel mencapai Rp33 miliar, termasuk Rp8 miliar untuk PPPK paruh waktu.

"Untuk yang PPPK paruh waktu, ini jujur berkat perjuangan Pak Gubernur (Hidayat Arsani–red) yang selama ini mengefisiensi belanja perjalanan dinas ya,” ucap Yunan.

“Jadi, efisiensi itu digunakan oleh beliau salah satunya adalah untuk memberikan THR bagi seluruh PPPK paruh waktu. Jadi, kita bersyukur punya gubernur yang perhatian dan peduli sehingga dengan cara mengefisiensi belanja perjalanan dinas para ASN di Provinsi Bangka Belitung," lanjutnya. 

Lebih lanjut, Yunan berharap, THR yang diterima ASN dapat dipergunakan dengan bijak.

"Dengan banyaknya uang beredar di tengah masyarakat, maka otomatis ada pertumbuhan ekonomi di sana. Karena ada gejolak daya belinya tinggi dan otomatis jual apa pun laku dan di situ ada pertumbuhan ekonomi," katanya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved