Sabtu, 11 April 2026

Berita Bangka Selatan

Produksi Sampah di Bangka Selatan Naik 20 Persen

Lonjakan volume sampah selama momentum Lebaran di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Bangkapos.com
ANGKUT SAMPAH -Petugas kebersihan ketika mengangkut sampah produksi rumah tangga di Kota Toboali, Minggu (5/4). Selama momentum Lebaran produksi sampah meningkat hingga 20 persen dan perlu penanganan tambahan. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Lonjakan volume sampah selama momentum Lebaran di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Peningkatan ini dipicu oleh aktivitas masyarakat yang meningkat, terutama konsumsi rumah tangga dan penggunaan kemasan sekali pakai. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi mengungkapkan, volume sampah selama Lebaran mengalami kenaikan cukup tajam. Berdasarkan data yang dihimpun, peningkatan mencapai sekitar 20 persen dari hari normal. 

Jika pada hari biasa produksi sampah berkisar antara 38 hingga 40 ton per hari, selama Lebaran angkanya melonjak hingga 50 sampai 58 ton per hari. Kenaikan tersebut setara dengan tambahan sekitar 12 hingga 18 ton per hari atau sekitar 20 persen dari volume harian. "Dari data yang kami himpun ada peningkatan kurang lebih sekitar 20 persen dari volume pada hari biasa," ujar Agung Prasetyo Rahmadi, Minggu (5/4).

Agung Prasetyo Rahmadi menjelaskan, lonjakan tertinggi terjadi pada H-1, hari H, hingga H+1 Lebaran. Dengan jenis sampah yang paling dominan berasal dari limbah rumah tangga, terutama plastik dari kemasan makanan dan minuman. Kondisi ini menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat yang berdampak langsung pada produksi limbah.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah strategis sejak jauh hari. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan surat edaran terkait gerakan Lebaran minim sampah. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan agar lebih bijak dalam mengelola limbah.

"Memang kami melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi lonjakan sampah pada momentum Lebaran, dengan mengeluarkan surat edaran untuk Lebaran minim sampah," jelas Agung Prasetyo Rahmadi.

Di sisi operasional, Dinas Lingkungan Hidup juga menambah armada pengangkutan sampah selama periode Lebaran. Khusus di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, disiapkan dua unit armada tambahan untuk memastikan sampah tidak menumpuk. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas masyarakat di pusat kota.

Selain itu, pengangkutan sampah tetap dilakukan secara intensif meskipun bertepatan dengan cuti bersama petugas kebersihan. Dinas Lingkungan Hidup menyusun jadwal khusus agar pelayanan tetap berjalan tanpa mengabaikan hak petugas untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga kebersihan kota selama periode padat aktivitas tersebut.

"Kami sudah mengantisipasi jadwal petugas untuk mereka tetap melakukan pengangkutan sampah, karena kita juga menghargai mereka agar bisa berkumpul dengan keluarga saat momentum Lebaran," tuturnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved