Selasa, 7 April 2026

Berita Belitung Timur

Dinkes Belitung Timur Pantau Gejala Campak Anak

Fokus utama saat ini adalah mendeteksi dini setiap gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

Dokumentasi Bangka Pos
IMUNISASI - Petugas medis saat melakukan penyuntikan imunisasi campak rubela dalam progam BIAN 2022 kepada siswa SD di Kecamatan Sungailiat, beberapa waktu lalu. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur menyiagakan seluruh tenaga kesehatan (nakes) di wilayah kerja masing-masing untuk mengantisipasi potensi penyebaran kasus campak. Fokus utama saat ini adalah mendeteksi dini setiap gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

"Kita di kabupaten dan puskesmas sama-sama mengantisipasi kasus campak ini. Jika ditemukan ada gejala yang menyerupai atau mengarah ke sana, harus segera ditindaklanjuti," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Belitung Timur, Supardi, Sabtu (4/4).

Selain nakes, ujung tombak pengawasan juga bergantung pada petugas yang ada di setiap puskesmas. Mereka memiliki tugas khusus untuk memantau kondisi lapangan dan melaporkan setiap temuan kasus mencurigakan.

Supardi mengatakan, pihaknya kini tengah membedah laporan cakupan imunisasi dari tahun 2024 hingga 2025. Data tersebut digunakan untuk memetakan wilayah mana saja yang memiliki cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang masih rendah.

"Wilayah yang cakupan imunisasinya kurang akan kami perketat pengawasannya. Sebab, campak ini adalah perlindungan komunitas. Kalau di satu wilayah pelindungnya kurang, risiko penyebaran luas akan jauh lebih besar," ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya baru menerima laporan dua sampel anak yang menunjukkan gejala demam disertai ruam merah. Meski jumlahnya kecil, Supardi menegaskan, setiap laporan anak demam dengan ruam-ruam akan langsung diambil sampelnya untuk uji laboratorium.

Terkait langkah imunisasi massal, pihak Dinkes Belitung Timur mengaku masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat. "Sampai sekarang kita masih menunggu apakah akan ada imunisasi booster massal. Namun, penekanan saat ini lebih kepada meningkatkan pengawasan penyakitnya di lapangan," ungkap Supardi.

Supardi menjelaskan, sistem kesehatan di Belitung Timur sudah dalam posisi siap siaga. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar status aman dari wabah campak tetap terjaga. Masyarakat pun diminta tetap tenang, namun di satu sisi tidak terlena. Dengan begitu, setiap potensi diharapkan dapat diredam sebelum meluas ke masyarakat umum. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved