Minggu, 19 April 2026

Berita Pangkalpinang

Tukang Pijat Asal Jateng Meninggal di Rumah Kontrakan

Perempuan asal Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu meninggal karena diduga sakit.  

Editor: suhendri
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi jenazah 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Seorang tukang pijat bernama Kasirah (61) ditemukan meninggal di rumah kontrakannya yang terletak di Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (8/4/2026) malam.

Perempuan asal Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu meninggal karena diduga sakit.  

Penemuan jenazah tersebut dilaporkan kepada ketua rukun tetangga (RT) setempat dan Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, Kasirah sebelum ditemukan meninggal masih terlihat beraktivitas normal pada sore hari.

Sekitar pukul 16.00 WIB, dia diketahui sempat memijat salah satu warga sekitar sebelum kembali ke rumah kontrakannya.

"Tadi sekitar habis magrib, ada warga yang mau jemput karena ada janji mau mengurut (memijat–red). Pas pintu didorong, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dengan mulut mengeluarkan busa dan kulit membiru, di sampingnya ada handphone," ujar ketua RT setempat, Feri, kepada Bangka Pos, Rabu (8/4/2026) malam. 

Di atas meja di dekat jenazah Kasirah ditemukan berbagai macam obat-obatan.

Pihak keluarga yang datang ke lokasi menyebutkan bahwa perempuan asal Jawa Tengah tersebut memang memiliki riwayat penyakit gula atau diabetes.

"Tadi masih ada keliatan sore dan mijit warga. Nah, rencana malamnya mau mijit lagi, tetapi pas pemilik kontrakan gedor pintu rumahnya, dia sudah tergeletak dan meninggal dunia," kata Feri.

Dia menegaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau unsur perampokan dalam peristiwa tersebut.

"Barang-barang berharga seperti dua unit HP dan perhiasan masih ada di tubuh korban. Jadi bukan karena pencurian dan kondisi korban masih utuh menggunakan daster," tuturnya.

"Korban tinggal di sini (rumah kontrakan) sendirian, anak-anaknya berada di Jawa, dan sehari-hari memang korban bekerja sebagai tukang urut," sambung Feri.

Tim inafis kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

Sementara itu, pihak keluarga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Hingga Rabu (8/4/2026) malam, pihak keluarga masih berkoordinasi untuk menentukan apakah jenazah akan dimakamkan di pemakaman setempat atau dibawa kembali ke kampung halamannya di Jawa Tengah. (v1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved