Rabu, 15 April 2026

Berita Bangka

Sekuriti Tambak Udang Ditemukan Tewas di Kolam

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Depati Bahrin untuk dilakukan pemeriksaan forensik.

Dokumentasi
DATANGI TKP - Personel Polsek Merawang saat berada di lokasi perusahaan tambak udang di Dusun Pal 9 Desa Pagarawan tempat ditemukannya sekuriti perusahaan yang meninggal dunia mengapung di kolam, Minggu (12/4) malam. 

MERAWANG, BABEL NEWS - Seorang sekuriti berinisial AS (45) yang bekerja di salah satu perusahaan tambang udang di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka ditemukan tak bernyawa di kolam tandon penampungan air tambak udang di Dusun Pal 9, Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Minggu (12/4) malam.

"Kami dapat laporannya tadi malam. Setelah itu kami langsung ke TKP dan anggota bersama Tim Inafis Polres Bangka langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah," kata Kapolsek Merawang, Iptu M. Ryan Nofiandy, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Depati Bahrin untuk dilakukan pemeriksaan forensik. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan baik benda tajam maupun benda tumpul.

"Dari keterangan dokter forensik, jenazah meninggal dunia karena tenggelam dan sudah meninggal sekitar 30 jam," jelasnya.

Menurutnya, jenazah sekuriti yang diketahui merupakan warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini telah diantarkan ke rumah duka. Diketahui, AS sendiri sudah bekerja sebagai sekuriti di perusahaan tambak udang tersebut selama kurang lebih 10 tahun dan tinggal di mess di sekitaran lokasi tambak.

Korban sempat dilaporkan hilang oleh rekan pekerja di tambang udang tersebut. Korban terakhir terlihat oleh rekan pada Sabtu (11/4) sekira pukul 13.00 WIB. "Memang air kolamnya itu cukup dalam, di pinggir itu sekitar 2 meter dan di tengahnya sekitar 2,5 meter," ungkap Ryan Nofiandy.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi dari peristiwa itu. Sementara pihak keluarga jenazah menolak untuk dilakukan autopsi dan ingin segera mengebumikan jenazah di Majalengka.

"Kita masih lakukan penyelidikan terkait sebab kematiannya, apakah korban ini jatuh terpeleset dan tidak bisa berenang, atau ada sakit, dan lain sebagainya," ujarnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved