KOBA, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengajukan sebanyak enam desa di wilayahnya untuk bisa masuk dalam program Desa Devisa. Hal itu disampaikan Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman usai menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhamad Mufti Arkan beserta jajarannya, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program Desa Devisa tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekspor UMKM lokal unggulan Bangka Tengah yang terdapat di sejumlah desa. "Kami sebut tadi bahwa kami Bangka Tengah ini akan mengajukan desa devisa. Alhamdulillah kami sudah mengusulkan enam desa yang kami buat untuk sebagai desa devisa," kata Algafry Rahman.
Menurutnya, dalam pelaksanaannya masyarakat akan mendapatkan pendampingan dan pengembangan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mengembangkan produk unggulan berorientasi ekspor. "Program ini bertujuan meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, dan akses pasar global guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan," jelasnya.
Diakuinya, beberapa komoditas unggulan yang akan diusulkan itu di antaranya, produk berbasis lada di Desa Air Mesu ataupun kerajinan lidi nipah yang ada di Desa Sungkap. "Kemudian selanjutnya kita ada Desa Kurau yang punya potensi soal hasil perikanannya. Jadi daerah-daerah potensial yang kita miliki itu, diharapkan bisa berkembang pesat lewat program Desa Devisa itu," pungkasnya. (w4)