Minggu, 24 Mei 2026

Berita Belitung

Program Genera-Z Berbakti 2026 di Kabupaten Belitung, Desa Terong Jadi Incaran 2 Kampus

Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, menjadi perhatian dua perguruan tinggi ternama Indonesia dalam ajang Genera-Z Berbakti 2026.

Tayang:
Dokumentasi
DESA WISATA KREATIF TERONG - Wisatawan sedang mancing di kolong Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung pada Minggu (24/5). 

SIJUK, BABEL NEWS - Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, menjadi perhatian dua perguruan tinggi ternama Indonesia dalam ajang Genera-Z Berbakti 2026. Dua tim finalis dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Gadjah Mada sama-sama memilih Desa Wisata Kreatif Terong sebagai lokasi implementasi program pengabdian masyarakat mereka.

Kedua tim akan bersaing dalam babak final Genera-Z Berbakti 2026 dengan membawa konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal desa.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn mengatakan, Genera-Z Berbakti 2026  merupakan program call for proposal untuk kelompok mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat di lokasi desa binaan Bakti BCA yang ditentukan PT BCA Tbk. 

"Program ini bertujuan memberikan kesempatan peserta untuk berkontribusi bagi masyarakat, sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan yang dicantumkan di proposal dari peserta untuk kegiatan KKN atau program pengabdian masyarakat lainnya," ujar Hera F Haryn melalui siaran rilis pada Minggu (24/5). 

Desa Wisata Kreatif Terong sendiri dinilai memiliki daya tarik wisata yang kuat karena berada di jalur utama pariwisata Pulau Belitung. Namun di balik potensinya, Desa Terong juga masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti tren penurunan jumlah wisatawan, persoalan pengelolaan sampah, krisis air bersih, hingga minimnya inovasi produk UMKM dan rendahnya minat masyarakat belajar bahasa asing.

Melihat kondisi tersebut, tim UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang bernama DESA HIDUP menawarkan konsep smart eco-tourism untuk mendukung transformasi Desa Terong menjadi desa wisata berkelanjutan. Program yang ditawarkan di antaranya Eco Living System berupa instalasi filtrasi air berbasis material lokal, sistem pengelolaan sampah berbasis gamifikasi, komposter hingga edukasi lingkungan.

Selain itu, tim ini juga menawarkan Smart Eco Tourism berbasis AI melalui pemetaan wisata dan UMKM menggunakan GIS, hingga penggunaan Agro IoT bertenaga surya. "Mereka juga menghadirkan program Eco-cultural Showcase yang melibatkan UMKM lokal, sanggar tari hingga wisatawan dalam konsep Participatory Action Research," kata Hera. 

Sementara itu, lanjutnya, tim UGM yang bernama Laskar Selasik membawa konsep pengembangan berbasis green-blue economy untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa program yang ditawarkan yakni Terong Eco-Cycle berupa pengelolaan sampah berbasis biopori, rumah maggot hingga insinerator.

Kemudian ada program Terong XPLORE untuk revitalisasi branding dan promosi wisata, serta Festival Cerite Terong yang mengintegrasikan budaya dan ekonomi kreatif lokal agar lebih dikenal wisatawan.

"Kami berharap tim yang mendapatkan kesempatan merealisasikan ide-idenya di Desa Wisata Kreatif Terong bisa menyumbangkan ide bermanfaat dan mengimplementasikannya nanti untuk kemajuan ekonomi di sana," ujarnya. (*/dol)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved