Berita Bangka Tengah
Dua Nelayan di Bangka Tengah Selamat Usai Bagan Roboh
Sat Polairud Polres Bangka Tengah berhasil menyelamatkan dua nelayan yang terjebak di atas bagan roboh akibat dihantam gelombang tinggi.
KOBA, BABEL NEWS - Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Tengah berhasil menyelamatkan dua nelayan yang terjebak di atas bagan roboh akibat dihantam gelombang tinggi di kawasan Karang Tukul, Perairan Bebuar, Bangka Tengah, Minggu (7/6).
Operasi penyelamatan tersebut dilakukan setelah kepolisian yang berjaga di Pos Polair Kurau menerima laporan dari nelayan setempat mengenai kondisi bagan yang mengalami kerusakan parah akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Saat kejadian, dua nelayan bernama Anuar dan Nopi diinformasikan masih berada di atas bagan dan membutuhkan pertolongan segera. Usai mendapatkan informasi tersebut, dua personel Sat Polairud Polres Bangka Tengah, yakni Briptu M. Rifqi Pratama dan Bripda Genta, bersama dua nelayan setempat langsung bergerak menuju lokasi menggunakan perahu bermesin 40 PK.
Setelah menempuh perjalanan menuju lokasi kejadian, tim penyelamat tiba sekitar pukul 13.50 WIB dan segera melaksanakan proses evakuasi terhadap para korban beserta sejumlah peralatan penangkapan ikan yang masih dapat diselamatkan. Selanjutnya korban dibawa menggunakan kapal penyelamat menuju Pos Polair Kurau dalam keadaan selamat.
Sekitar pukul 16.00 WIB, personel Sat Polairud bersama para nelayan berhasil kembali ke Pos Polair Kurau dan kedua korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Kasi Humas Polres Bangka Tengah, Ipda Dedi Sudrajat mengatakan, respons cepat yang dilakukan personel Sat Polairud merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan Bangka Tengah.
"Kami mengapresiasi kesigapan personel Sat Polairud yang segera merespons laporan masyarakat dan melakukan penyelamatan terhadap dua nelayan yang berada dalam kondisi berbahaya akibat bagan roboh diterjang ombak," ujar Dedi Sudrajat, Senin (8/6).
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami, terlebih bagi para nelayan yang setiap hari menghadapi risiko cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu," tambahnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh nelayan dan masyarakat pesisir agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dengan melengkapi perlengkapan keselamatan, serta tidak memaksakan aktivitas di laut apabila cuaca memburuk.
"Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi darurat yang memerlukan penanganan cepat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui Call Center 110 yang aktif selama 24 jam," pungkasnya. (w4)
| Puskeswan Sungaiselan Jadi Percontohan Peternakan Terpadu |
|
|---|
| Disdik Bangka Tengah Imbau Perpisahan Siswa Digelar Sederhana |
|
|---|
| DPRD Bangka Tengah Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Harga TBS Sawit |
|
|---|
| Polisi Bongkar Praktik Tambang Timah Ilegal di Desa Lubuk Besar |
|
|---|
| Pemkab Bangka Tengah Pantau Potensi Kenaikan Harga Bahan Pokok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Proses-penyelamatan-dua-nelayan.jpg)