Minggu, 3 Mei 2026

Legendaris Bulutangkis Rudy Hartono Ukir Nama Harum Indonesia, 8 Kali Juara All England

Legendaris bulutangkis Indonesia Rudy Hartono merupakan sosok yang sudah di kenal

Tayang:
Editor: Agus Nuryadhyn
Istimewa
Rudy Hartono 

BABELNEWS.ID-- Legendaris bulutangkis Indonesia Rudy Hartono  merupakan sosok yang sudah di kenal. 

Sosok Rudy Hartono merupakan satu diantara mantan pemain bulutangkis Indonesia yang namanya diabadikan 

dalam Guiness Book of World Records di Tahun 1982

Nama Rudy Hartono Kurniawan lahir dengan nama Nio Hap Liang berhasil membawa Indonesia meraih juara All England delapan kali dan memenangkan Thomas Cup sebanyak empat kali.

Selain itu Rudy Hartono yang juga pernah dinobatkan sebagai salah satu Asian Heroes kategori Athletes & Explorers versi Majalah Time.

Mantan Pebulutangkis Indonesia Rudy Hartono merupakan anak ketiga dari 9 bersaudara dengan ayah Zulkarnaen Kurniawan.

Dua kakak Rudy, Freddy Harsono dan Diana Veronica juga pemain olahraga bulu tangkis meskipun baru pada tingkat daerah.

Rudy Hartono merupakan salah satu pemegang rekor dunia dengan meraih 8 gelar juara All England dengan tujuh diantaranya beruntun. Ia blak-blakan membuka kunci kesuksesannya itu.

Melansir dari situs www.minews.id, Kala itu Rudy Hartono meraih gelar juara All England untuk pertama kalinya pada usia 18 tahun. Ia meraih predikat sebagai maskot turnamen tertua bulutangkis pada tahun 1968.

Sejak saat itu, ia rutin meraih gelar juara All England yang dimulai dari 1969-1974. Tanpa meraih gelar di All England pada tahun 1976.

“Selama saya sukses merebut 8 gelar All England, paling berkesan itu yang pertama dan ketujuh. Kalau yang pertama itu jelas, karena belum pernah juara dan perjuangan bisa main di All England itu sulit. Dan kalau yang ketujuh itu karena bisa menyamakan rekor tunggal putra (7 gelar) sebelumnya dari pemain Denmark, Erland Kops,” ujar Rudy Hartono.

Namun, apa yang diraihnya saat itu tidak mudah, karena butuh perjuangan ekstra. Keterbatasan, kesulitan dan perjuangan yang dilakoninya pun bisa dijadikan inspirasi oleh para pemain generasi yang tengah berkiprah saat ini.

Latihan fisik, teknik dan strategi menjadi dasar dirinya untuk maju dan berkembang. Karena pada saat menorehkan pretasinya di kancah dunia, ia berlatih sendirian tanpa didampingi pelatih pada tiga tahun pertamanya tapi bisa juara.

Makanya kemandirian seorang pemain itu harus tinggi, karena saat di lapangan semua yang putuskan si pemain itu sendiri.

“Waktu itu, kejuaraan sangat kurang. Jadi ada banyak waktu untuk berlatih.  Berangkat turnamen tanpa pelatih. Tapi, itu melatih diri saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan,” kata Rudy.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved