Jumat, 8 Mei 2026

Ziona Chana, Si Pria Perkasa yang Punya 39 Istri dan 94 Anak, Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

kematian Ziona Chana adalah "kerugian yang sangat besar bagi semua orang". “Keluarganya sangat disiplin dan ada banyak hal yang bisa dipelajari ..."

Tayang:
twitter
Ziona Chana bersama puluhan anaknya (twitter) 

BANGKAPOS.COM -- Ziona Chana, seorang pria yang menjadi kepala keluarga terbesar di dunia, memiliki 181 anggota keluarga (terdiri 39 istri, 94 anak, 14 menantu, 33 cucu serta satu cicit), meninggal dunia dalam usia 76 tahun, pada Minggu 13 Juni 2021.

Diketahui, pria perkasa Ziona Chana, 76, yang memimpin sekte Kristen yang membolehkan poligami bagi pria, meninggal karena komplikasi diabetes dan hipertensi.

Sekte yang disebut Chana Pawl, didirikan oleh ayahnya pada tahun 1942.

Ini memiliki sekitar 2.000 anggota, kebanyakan dari mereka tinggal di desa Baktawang, Mizoram.

Dokter mengatakan kepada kantor berita PTI bahwa kondisi Ziona Chana memburuk di rumahnya di desanya, Baktawng Tlangnuam.

Ziona Chana dirawat di rumah sakit pada Minggu malam, di mana dia dinyatakan meninggal pada saat kedatangan.

Pada hari Minggu, Ketua Menteri Mizoram, Zoramthanga mengumumkan kematian Ziona Chana di Twitter.

“Dengan berat hati, #Mizoram mengucapkan selamat tinggal kepada Tuan Zion-a (76), yang dipercaya sebagai kepala keluarga terbesar di dunia, dengan 38 istri dan 89 anak,” katanya.

Mizoram dan Baktawng Tlangnuam telah menjadi tempat wisata utama karena keluarga, tambah menteri utama.

Rumah Ziona Chana berlantai empat untuk menampung 39 istri, 94 anak, 14 menantu dan 33 cucunya (twitter)
Rumah Ziona Chana berlantai empat untuk menampung 39 istri, 94 anak, 14 menantu dan 33 cucunya (twitter) (twitter)

Menurut pejabat, Ziona Chana, yang juga memiliki 33 cucu, meninggal pada Minggu sore karena komplikasi yang berkaitan dengan diabetes dan tekanan darah tinggi, kata laporan media India.

“Dia dibawa ke rumah sakit swasta di distrik lain dan sesuai laporan yang diterima, dia meninggal hari ini (Minggu),” Kumar Abhishek, wakil komisaris distrik Serchhip, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Lal Thanhawla, mantan kepala menteri Mizoram dan seorang politisi senior dari partai Kongres, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa kematian Ziona Chana adalah "kerugian yang sangat besar bagi semua orang".

“Keluarganya sangat disiplin dan ada banyak hal yang bisa dipelajari dari mereka,” katanya.

Ziona Chana menikahi istri pertamanya pada tahun 1959 ketika dia berusia 15 tahun, kata laporan kantor berita DPA.

Pernikahan terakhirnya terjadi pada 2004 dengan seorang pria berusia 25 tahun, kata laporan itu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved