Kabur dari Afghanistan, Mantan Presiden Ashraf Ghani Bantah Bawa Duit Segudang,Hanya Bawa Barang ini

Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur ketika milisi Taliban mengepung Kabul.

Editor: nurhayati
(Foto oleh Wakil Kohsar / AFP)
Tampak seroang pejuang Taliban menenteng senapan mesin canggih di atas kendaraan saat mereka berpatroli di sepanjang jalan di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). 

BABELNEWS.ID -- Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur ketika milisi Taliban mengepung Kabul.

Saat pengepungan yang dilakukan Taliban, Ashraf Ghani kabur menggunakan empat mobil dan helikopter yang penuh dengan uang, menurut klaim Nikita Ishchenko, juru bicara Kedutaan Rusia di Kabul.

Namun pernyataan tersebut dibantahnya terkait dirinya disebut membawa segudang uang saat dirinya kabur dari Afghanistan.

Berbicara dari pengasingannya di Uni Emirat Arab (UEA), Ghani mengaku pergi dari ibu kota Afghanistan itu untuk mencegah pertumpahan darah.

“Jika saya tetap tinggal, saya akan menyaksikan pertumpahan darah di Kabul,” kata Ghani dalam video di Facebook pada Rabu (18/8/2021), yang menjadi komentar publik pertamanya sejak dikonfirmasi dia berada di UEA.

Baca juga: Kendarai Motor dengan Kecepatan Tinggi, Korban Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Belitung Timur

Baca juga: Duel Maut, Pelakor Tewas Ditangan Istri Sah, Berawal saat Janda Satu Anak Ini Tantang Pelaku

Ghani menambahkan, dirinya pergi atas saran pejabat pemerintah.

“Kabul jangan sampai menjadi Yaman atau Suriah berikutnya, jadi saya terpaksa pergi,” kata Ghani dikutip dari Al Jazeera.

“Saya pergi hanya dengan rompi dan beberapa pakaian. Pembunuhan kepribadian terhadap saya telah berlangsung, mengatakan bahwa saya membawa uang,” kata Ghani dalam video tersebut.

“Tuduhan itu adalah kebohongan yang tidak berdasar. Anda bahkan dapat bertanya kepada petugas bea cukai – tidak ada dasarnya.”

Keberadaan Ghani sempat tidak diketahui sampai Rabu, dan dispekulasikan melarikan diri ke Tajikistan, Uzbekistan, atau Oman.

Sebelumnya pada Rabu, Uni Emirat Arab (UEA) dalam pernyataan kementeriannya mengonfirmasi, mereka menerima Ghani dan keluarganya atas dasar kemanusiaan.

Namun, Duta Besar Afghanistan untuk Tajikistan menuduh Ghani mencuri 169 juta dollar AS (Rp 2,43 triliun) dari kas negara, dan meminta polisi internasional menangkapnya.

Tuduhan itu dilontarkan Dubes Mohammad Zahir Aghbar pada Rabu dalam konferensi pers, yang juga menyebut pelarian Ghani adalah pengkhianatan terhadap negara dan bangsa.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur setelah Taliban kuasai Kabul (AFP)
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur setelah Taliban kuasai Kabul (AFP) ()

Taliban Diakui Telah Menang

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved