Selasa, 12 Mei 2026

Federasi Jelajah Indonesia Dibentuk, Bangka Miliki Potensi Daerah Jelajah

Kerapatan Sebatih Penjelajah Bangka di Pundok "Jelajah Bangka" Semabung Lama Pangkal. Diawali lebih dulu Senekeh Prolamasi RI ke 76.

Tayang:
Editor: Agus Nuryadhyn
istimewa
5 Komunitas di Bangka membentuk Federasi Jelajah Indonesia. Pendiri dari 5 komunitas ini saat melakukan diskusi pembentukan FJI tersebut. 

BABELNEWS.ID - Lima komunitas di Bangka membentuk Federasi Jelajah Indonesia (FJI).

FJI didirikan di Pangkalpinang, tepatnya di Pundok Jelajah Bangka, Kelurahan Semabung Lama Pangkal Pinang , Kamis (19/8/2021).

Kerapatan Sebatih Penjelajah Bangka di Pundok "Jelajah Bangka" Semabung Lama Pangkalpinang. Diawali lebih dulu Senekeh Prolamasi RI ke 76.

Adapun dewan pendiri Federasi Jelajah Indonesia, terdiri dari Komunitas Jelajah Bangka (Alvin Azra), Meneroka Bangka (Akhmad Elvian), Bangkawa (Marbawi A Katon), Touring Babel (Ian Sanchin) dan Bekaes Budaya (Kulul Sari).

Baca juga: Siswi SD Berprestasi di Sungailiat Memulung Bantu Ayah dan Agar Bisa Beli Paket Buat Belajar Online

Ketua Komunitas Bangkawa, Marbawi A Katon menjelaskan, dibentuknya Federasi Jelajah Indonesia, melihat adanya potensi daerah jelajah di Pulau Bangka.

Marbawi mengatakan bahwa ada 303 desa/kelurahan di Pulau Bangka hingga Pongok.

"Wajar kalau kita tidak tahu bahwa ada potensi yang dekat dengan kita sendiri, karena daya jelajah kita dirasakan minim. Kalau kita tanya ke desa-desa, ada berapa desa yang pernah dijelajah. Misalnya  paling maksimal 10 desa dari 303 desa/kelurahan," ujar Marbawi dalam rillisnya, baru-baru ini. 

Sehingga dikemukakan Marbawi bahwa secara sosio kultural seperti itu.

Namun kata Marbawi, secara potensi wilayah untuk wisata di Indonesia itu besar.

"Karena kurang kreaktif memberikan makna-makna atas tanda-tanda wisata atau alam. kalau orang melihat pantai, dan yang dipuaskan hanya matanya saja," ungkapnya.

Baca juga: Pinjaman Online Ilegal Diberantas, Inilah 127 Fintech Resmi yang Berizin dari OJK

Marbawi menjelaskan, sebagus-bagusnya pantai di Bangka ini, kalau pantainya akan kalah dengan Pantai Maladewa.

Dikatakan Marbawi, bahwa Bangka ini ada memiliki keunikannya. Apalagi di Bangka ini ada tempat pengasingan pemimpin bangsa.

'Inilah yang bisa sebagai ingatan, dan tidak bisa disaingi daerah lain. Namun kalau pantai masih banyak saingannya. Sehingga yang kita jual ini yang tidak ada saingannya," jelas Marbawi didampingi Alvin Azra.

Disislain Komunitas Jelajah Bangka,  Alvin Azra menambahkan bahwa secara kewilayahan, Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam (SDA) yang mega diversity.

Baca juga: Masyarakat Jangan Lengah, Walau Tren Positif Covid-19 Turun, 20 RT di Pangkalpinang Zona Merah

"Sedangkan wawasan atau pengetahuan tentang itu belumlah menjadi mainstream bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini bisa jadi diakibatkan daya jelajah masyarakat kita yang sangat minim," jelas Alvin.  

Menurut Alvin, mainset kepariwisataan (tourism mainset) dimasyarakat dirasakan masih kurang. Bahkan jiwa melayani (hospitality) yang masih harus ditingkatkan.(*/rya)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved