Virus Corona
Update Covid-19 di Bangka Belitung Hari Ini, In Data Pasien Terjangkit Virus Corona dan Kesembuhan
Update Covid-19 di Bangka Belitung Hari Ini, In Data Pasien Terjangkit Virus Corona dan Kesembuhan
BANGKAPOS.COM -- Satuan Tugas Covid-19 melaporkan update kasus terbaru Covid-19 di Bangka Belitung. Secara umum kasus Covid-19 di Bangka Belitung melandai dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kamis 07 Oktober 2021, Juru Bicara Satgas Covid-19, Andi Budi Prayitno melaporkan situasi dan perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa 36 (tiga puluh enam) orang terkonfirmasi Covid-19, dengan kumulatif 51.511 orang.
Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 66 orang (kumulatif 49.519). Adapun kasus meninggal dunia Covid-19 bertambah sebanyak 2 orang (kumulatif 1.411).
Kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing, dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus.
"Kenaikan kesembuhan harus terus ditingkatkan hingga mencapai target signifikan sehingga lebih tinggi dari kasus baru dengan terus melakukan tidak hanya peningkatan tracing dan testing dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius untuk mengidentifikasi klaster-klaster penularan,
namun juga treatment khususnya mengisolasi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke fasilitas isoter dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi," kata Andi Budi Prayitno.
Bahwa masih terjadinya penularan Covid-19 dan kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah lantaran mengabaikan dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan serta belum divaksin, seiring meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata.
Dalam hal ini, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lembaga pendidikan/sekolah perlu mendapat perhatian serius para pihak pemegang otoritas dan pengambil kebijakan. Untuk itu penting keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah terutama dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan di sekolah dan memastikan para pendidik serta para peserta didik telah diberikan vaksin.
Demikian halnya kegiatan atau acara yang menimbulkan kerumunan orang banyak seperti pesta atau resepsi pernikahan.
Masih banyaknya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah dan tidak disiplin serta tidak berjalan efektifnya Posko Covid-19 di tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan, ditambah menurunnya kepedulian masyarakat berdampak pada daftar panjang orang yang terpapar dan tertular Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berkait dengan telah terjadinya penularan Covid-19 Variants of concern Delta (B.1.617.2) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
a. Varian Delta memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dan sangat cepat, namun untuk saat ini belum ada perbedaan dalam upaya pencegahan maupun penanganan/pengobatannya;
b. Cakupan dan percepatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat perlu dilakukan dengan segera, mengingat orang yang belum divaksin memiliki kemungkinan tinggi dan gampang menjadi sumber mutasi baru;
c. Tracing terhadap kontak erat di area kasus positif Covid-19 khususnya di klaster keluarga/masyarakat maupun perkantoran harus diperkuat dan lebih agresif. Penguatan tracing juga harus dilakukan kepada kontak erat dengan risiko atau tingkat kerentanan tinggi yakni masyarakat usia 65 tahun ke atas atau memiliki penyakit penyerta (komorbid);
d. Memastikan Isolasi Terpusat (Isoter) maupun Isolasi Mandiri (Isoman) dilaksanakan dengan aman dan taat atau disiplin, termasuk dan tidak terkecuali bagi kontak eratnya;
e. Semakin memperkuat penerapan Protokol Kesehatan 6M dengan memperketat dan memastikan tidak ada kegiatan yang menimbulkan potensi kerumunan yang berpotensi menjadi tempat atau klaster penularan;
f. Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 diwajibkan melakukan Isoter yang disediakan oleh Satgas/Pemerintah maupun komunitas masyarakat; dan
g. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Isoter berdasarkan prinsip keselamatan bersama dan kepedulian sosial.
"Kita semua memahami kondisi saat ini memang menjadi problem psikologis di masyarakat sehingga tidak gampang dan menjadi tantangan tersendiri untuk mengedukasi masyarakat. Kita perlu memahami dan terus memberikan pemahaman bahwa penyelesaian pandemi ini tidak hanya dari aspek kepentingan pemerintah atau aspek kepentingan tenaga medis saja, tapi juga untuk kepentingan masyarakat juga," katanya.
Oleh karena itu, tidak bisa tidak, penanganan Covid-19 membutuhkan kerjasama bahu-membahu, sinergi dan kolaborasi dari semua unsur dan komponen masyarakat. Lebih dari itu adalah komitmen masing-masing Kepala Daerah dan konsistensi kebijakan dalam menanggulangi pandemi Covid-19 demi menjamin kesehatan dan keselamatan warganya.
Tanpa itu, upaya dalam mengatasi pandemi ini terutama dalam mengendalikan Covid-19 tidak akan berhasil dan maksimal. Disiplin dan sinergitas antar pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sampai ke tingkat kecamatan, desa/kelurahan, bahkan RT/RW, menjadi kata kunci kita untuk fokus dan serius menangani Covid-19 dan pada saat yang sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari pandemi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kita bersyukur ikhtiar kita untuk melakukan pemulihan ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 sudah mulai tampak dan menunjukkan kondisi yang menggembirakan.
Hal itu ditandai dengan tren positif pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di kwartal pertama (I) tahun 2021 yang membaik dan menunjukkan peningkatan dalam masa recovery akibat Covid-19 dan di kwartal kedua (II) yang melesat naik menjadi 6,85% (y-o-y), berada di atas pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera di triwulan II sebesar 5,27%, dan merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di wilayah Sumatera setelah Provinsi Kepulauan Riau yang tumbuh 6,90%. Dengan progress dan capaian tersebut, mari kita terus meningkatkan soliditas dan menggelorakan solidaritas serta semangat optimisme dan "positive thinking".
Peta Zona Risiko
Disampaikan bahwa berdasarkan peta zonasi risiko mingguan Covid-19 dari tanggal 27 September - 03 Oktober 2021 maka sebaran peta zona risiko Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebagai berikut:
Zona Merah (Risiko Tinggi):
Nihil (Tidak Ada)
Zona Oranye (Risiko Sedang):
Nihil (Tidak Ada)
Zona Kuning (Risiko Rendah):
- Kota Pangkalpinang
- Kabupaten Bangka
- Kabupaten Bangka Tengah
- Kabupaten Bangka Barat
- Kabupaten Bangka Selatan
- Kabupaten Belitung
- Kabupaten Belitung Timur
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20210501-vaksin.jpg)