Breaking News:

Update Covid-19 di Bangka Belitung, Sebanyak 46 Kasus Baru Jumat 8 Oktober 2021, 1 Meninggal

Update Covid-19 di Bangka Belitung, Sebanyak 46 Kasus Baru Jumat 8 Oktober 2021, 1 Meninggal

Editor: Teddy Malaka
Istimewa
Covid-19 

Update Covid-19 di Bangka Belitung, Sebanyak 46 Kasus Baru Jumat 8 Oktober 2021, 1 Meninggal

BABELNEWS.ID -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali melaporkan sebanyak 46 orang terkonfirmasi Covid-19 Pada hari Jumat 8 Oktober 2021.

Hal itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno.

"Kami sampaikan informasi mengenai situasi dan perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa 46 (empat puluh enam) orang terkonfirmasi Covid-19, dengan kumulatif 51.557 orang per tanggal 8 Oktober 2021," kata Andi Budi Prayitno.

Sementara itu, dia melanjutkan kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 84 orang (kumulatif 49.603). Adapun kasus meninggal dunia Covid-19 bertambah sebanyak 1 orang (kumulatif 1.412).

Dia menjelaskan, kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing, dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus.

Kenaikan kesembuhan harus terus ditingkatkan hingga mencapai target signifikan sehingga lebih tinggi dari kasus baru dengan terus melakukan tidak hanya peningkatan tracing dan testing dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius untuk mengidentifikasi klaster-klaster penularan.

Namun, perlunya treatment khususnya mengisolasi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke fasilitas isoter dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi.

"Bahwa masih terjadinya penularan Covid-19 dan kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah lantaran mengabaikan dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan serta belum divaksin," katanya.

"Hal itu seiring meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata," jelas Andi Budi Prayitno.

Halaman
12
Berita Populer
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved