Kasus Dicurigai Omicron Bertambah, Pangkalpinang Kirim 6 Sampel Lagi ke Balitbangkes

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang kembali mengirimkan sampel kasus aktif Covid-19 ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang kembali mengirimkan sampel kasus aktif Covid-19 ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS) karena dicurigai terpapar varian Omicron. Kali ini sebanyak enam sampel yang dikirimkan.

"Memang banyak Omicron yang tanpa gejala atau gejala ringan seperti batuk pilek saja. Sebetulnya, mereka bisa dikatakan tanpa gejala, tetapi penyebarannya begitu cepat, makanya kita curigai Omicron," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Masagus M Hakim kepada Bangka Pos, Kamis (3/2/2022).

Sebelumnya, pihaknya telah lebih dahulu mengirimkan empat sampel kasus aktif Coronavirus Disease 2019 ke Balitbangkes untuk dilakukan WGS lantaran diduga terpapar Omicron. Namun, hingga kemarin, belum diketahui hasilnya.

"Kita sudah cek ke Litbangkes. Kata mereka, sampel masih dalam proses karena antrean dari beberapa daerah," ujar Hakim.

Data Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang hingga Kamis (3/2) pukul 17.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 17 kasus baru Covid-19. Rinciannya, satu orang diisolasi di Rumah Sakit Siloam Bangka, satu orang diisolasi di tempat isolasi terpusat (isoter) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tua Tunu, dan 15 orang menjalani isolasi mandiri.

"Ini (penambahan kasus Covid-19) kita duga oleh libur Imlek kemarin karena banyak juga yang datang ke Bangka untuk menjumpai keluarga di Bangka," kata Hakim.

Penambahan 17 kasus baru tersebut membuat total kasus aktif Covid-19 di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi 52 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 39 orang melakukan isolasi mandiri di rumah, 12 orang diisolasi di tempat isoter SKB Tua Tunu, dan satu orang menjalani isolasi di Rumah Sakit Siloam Bangka.

"Sebetulnya tanpa gejala semua, kondisi pasien sangat baik, hanya saja mereka flu, tanpa demam. Justru itu yang kita khawatirkan, tanpa gejala, tetapi penyebarannya sangat cepat," ujar Hakim.

Tetap harus waspada

Dia meminta agar masyarakat Pangkalpinang tidak terlalu panik atas penambahan kasus Covid- 19 di kota tersebut.

"Untuk yang terkonfirmasi Covid-19 segera kami tangani. Tetap jaga protokol kesehatan. Panik jangan, waspada harus tetap," kata Hakim.

"Memang, banyaknya tidak bergejala. Gejalanya seperti flu biasa, tetapi harus tetap kita waspadai. Kalau prokes kita ketat, vaksinasi lengkap sudah dilaksanakan, semoga aman dan lebih terlindungi," ujarnya.

Berdasarkan penelitian, lanjut Hakim, pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan memiliki kemungkinan untuk sembuh yang lebih besar. Selain itu, penguatan penerapan protokol kesehatan di tengah kegiatan masyarakat serta penanganan cepat terhadap pasien juga berpengaruh.

"Pada prinsipnya terlepas dari apapun variannya, yang saat ini sedang kita lawan adalah virusnya, yaitu Covid-19. Apa pun variannya, kunci mencegah penularan masih tetap sama, yaitu disiplin protokol kesehatan serta tidak berkerumun dan bepergian, apalagi ke luar negeri jika tidak diperlukan," tutur Hakim. (t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved