Berita Belitung
Loka POM di Kabupaten Belitung Perketat Pengawasan Jamu dan Obat Tradisional
Loka POM di Kabupaten Belitung meningkatkan pengawasan terhadap obat tradisional dan jamu yang mengandung bahan kimia obat.
TANJUNGPANDAN, BANGKA POS — Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) di Kabupaten Belitung meningkatkan pengawasan terhadap obat tradisional dan jamu yang mengandung bahan kimia obat.
Pengawasan tersebut salah satunya melalui sosialisasi bagi pelaku usaha di Belitung dan Belitung Timur.
Sosialisasi ini menyasar distributor, toko obat, apotek, swalayan, hingga depot jamu agar memahami ketentuan peredaran produk obat tradisional.
Kepala Loka POM Belitung, Asruddin, mengatakan, masih banyak obat tradisional yang memiliki nomor izin BPOM tetapi ditambahkan bahan kimia obat yang dilarang.
“Kami berharap sosialisasi ini membuat pelaku usaha mampu menilai produk yang mereka edar, memastikan izin edar dan kandungan bahan berbahaya sesuai ketentuan,” kata Asruddin, Kamis (21/8/2025).
Sejak 2023, Loka POM di Kabupaten Belitung rutin melakukan pemeriksaan dan pengawasan di depot jamu, distributor, apotek, dan toko obat yang menjual obat tradisional.
Kegiatan ini juga mencakup komunikasi informasi dan edukasi (KIE) terkait konsumsi obat tradisional.
Asruddin menyebutkan, selama tiga tahun terakhir belum ada obat tradisional yang ditindak secara pro justitia, berbeda dengan produk obat yang sudah lazim diproses hukum jika melanggar ketentuan.
Selain pengawasan rutin, Loka POM menghadirkan beberapa inovasi dalam pengawasan.
Di antaranya, Lengkuas atau laboratorium keliling dan layanan informasi di tempat. Inovasi ini digunakan untuk menguji produk langsung di pasar, desa, hingga sekolah.
“Jika produk tidak memenuhi ketentuan, kami akan menindak sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Asruddin.
Pelaku usaha juga didampingi melalui program pendampingan UMKM dan kemudahan pendaftaran izin edar di Badan POM melalui inovasi Gangan Darat.
Tak hanya itu, Loka POM membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan gratifikasi atau benturan kepentingan melalui inovasi SILAGAK.
Semua inovasi tersebut terintegrasi dalam kegiatan sosialisasi pengendalian bahan kimia obat alam agar pelaku usaha lebih memahami cara mengecek dan menilai produk yang mereka jual.
Langkah ini, kata Asruddin, diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dan memastikan obat tradisional maupun jamu yang diedarkan aman bagi konsumen. (del)
| Pemkab Belitung Timur Gandeng BRIN Kaji Arsip Sejarah Daerah |
|
|---|
| Kasus Dugaan Penipuan di Keciput Masuk Babak Baru, Mantan Kades Dititip di Lapas Tanjungpandan |
|
|---|
| Prevalensi Stunting di 5 Desa Beltim di Atas Target 15,38 Persen, Renggiang Tertinggi |
|
|---|
| 178 Atlet Pelajar Berlaga di O2SN Belitung Timur 2026 |
|
|---|
| Beltim Sediakan Kuota 3.221 Siswa SD/MI dan 2.439 Siswa SMP/MTs di SPMB 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20250821_Loka-POM.jpg)