Kabar Belitung Timur

DBD Mengintai, Dinkes Imbau Masyarakat Hidup Sehat

Terhitung sejak dua bulan terakhir Desember-Januari sudah ada belasan kasus demam berdarah (DB) dan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ini.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Puskesmas Manggar
Tim Puskesmas Manggar saat melakukan penyelidikan epidemiologi ke lokasi rentan penularan DBD. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Terhitung sejak dua bulan terakhir Desember-Januari sudah ada belasan kasus demam berdarah (DB) dan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ini. Dibanding dua bulan sebelumnya Oktober-November 2021 di bawah 10 kasus.

Selain Covid-19, penyakit yang saat ini mengalami kenaikan di Belitung Timur yaitu demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Belitung Timur Yulhaedir mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang saat ini tengah pancaroba. Menurutnya di cuaca seperti ini memang berpotensi meningkatkan kasus DBD.

"Memang ada kenaikan di beberapa titik yang memang rentan dan selalu ada. Namun setelah dilakukan penyemprotan dan diperiksa lebih lanjut kebanyakan DB bukan DB Dengue," kata Yulhaedir, Kamis (10/2).

Yulhaedir bilang terus melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan seperti mengimbau ke desa-desa agar segera melakukan gotong royong pembersihan sarang nyamuk.

Selain itu, lanjutnya, di rumah masing-masing juga harus melakukan pembersihan seperti tempat-tempat penyimpanan air. Jangan sampai tempat-tempat tersebut menjadi potensi perkembangbiakan nyamuk.

Yulhaedir juga menyebutkan bahwa dalam mencegah DBD ada yang namanya 3M+, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang.

"Menguras bak mandi, dinding penyimpanan air seperti toren supaya membuang telur nyamuk yang menempel sehingga bisa memutus siklus hidup nyamuk. Menutup tempat penyimpanan air atau bisa juga diartikan mengubur seluruh barang bekas atau sampah yang bisa jadi sarang nyamuk. Mendaur ulang yaitu memanfaatkan lagi barang-barang bekas supaya tidak jadi sarang nyamuk," jelas Yulhaedir.

Untuk upaya pencegahan plusnya masyarakat bisa memelihara jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, hingga memperbaiki saluran dan talang air yang tak lancar.

Yulhaedir berharap semoga masyarakat semakin sadar menjaga lingkungan rumah dan sekitarnya supaya penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan kotor tidak menyerang.

"Apalagi di tengah kondisi merebaknya Covid-19 omicron ini. Kita harus ekstra menjaga diri supaya tidak terpapar," kata Yulhaedir.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Manggar dr Faradela mengatakan kasus DB dan DBD di Manggar dari bulan Desember terus mengalami lonjakan. Bulan Desember ada empat kasus, Januari tujuh kasus, dan Februari hingga hari ini ada lima kasus.

Ia bilang secara reguler timnya sudah turun ke lapangan untuk penyelidikan epidemiologi. Dalam kunjungan lapangan itu mereka memastikan bahwa tak ada potensi perkembangbiakan nyamuk dari barang-barang bekas atau tempat penyimpanan air.

"Kami juga sudah koordinasi ke desa-desa seperti Padang, Lalang, dan Kelubi untuk meningkatkan kerjasama dalam pemberantasan sarang nyamuk," kata dr Faradela. (s1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved