Kabar Pangkalpinang
Harry Jual Rempeyek Jangkrik Rp15 Ribu per Bungkus
Harry pun mengubah, jangkrik menjadi makanan renyah nan unik. Untuk satu bungkus rempeyek dibanderol Harry seharga Rp15 ribu.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Rempeyek atau peyek jenis makanan gorengan krispi yang biasanya diberi bahan pengisi biji kacang tanah atau kedelai. Nah, untuk peyek satu ini berbeda dari biasanya, yakni dengan isian jangkrik.
Hewan serangga jangkrik, kerapkali membuat seseorang merasa geli atau bahkan jijik melihatnya apalagi menyantapnya.
Jangkrik juga terkenal sebagai pakan hewan seperti burung maupun ikan hias, namun di tangan Harry Prasetyo si peternak jangkrik, peyek jangkrik itu lebih unik bahkan ketika menyantapnya seolah lupa sedang memakan jangkrik yang identik dengan suaranya yang khas.
Mulanya Harry memang seorang peternak jangkrik di Kelurahan Rejosari, Kota Pangkalpinang. Namun sebelumnya ia hanya menjual jangkrik per kilo saja, mengisi suplai di beberapa toko, kemudian ada yang menyarankannya untuk mengolah jangkrik tersebut menjadi bahan layak konsumsi agar nilai jualnya lebih tinggi.
Harry pun mengubah, jangkrik menjadi makanan renyah nan unik.
Jangkrik yang biasanya ia jual Rp150 ribu per kilogram, setelah diolah menjadi rempeyek bisa mendapatkan Rp1,5 juta. Satu kilogram jangkrik bisa dijadikan 100 bungkus rempeyek.
Untuk satu bungkus rempeyek dibanderol Harry seharga Rp15 ribu.
Diakuinya, untuk awal ini ia belum memiliki ide untuk pemberian nama brand rempeyek jangkriknya itu.
"Jadi setelah dikalkulasi satu kilo jangkrik setelah diolah menjadi rempeyek ini menjadi Rp1,5 juta, setelah dipotong bahan pokok seperti tepung, jangkriknya sendiri, keuntungan Rp1,1 juta itu masih bisa dapat," ujar Harry saat ditemui Bangka Pos Group di rumahnya, Selasa (15/2).
"Jadi inovasi yang ini saya berpikir dari pada menjual bahan mentah ternyata rempeyek inilah yang lebih prospek untuk penjualannya," tambahnya.
Untuk sementara, kata Harry penjualan dan pemasaran masih di kalangan teman-teman terdekat saja.
"Nanti kedepan kita akan ke Disperindag untuk mendaftarkan mendapat sertifikasi halal setelah ada sertifikasi baru kita pasarkan ke masyarakat luas," sebutnya.
Harry menuturkan, ia memang sengaja memanfaatkan jangkrik yang biasa hanya dianggap hama ternyata bisa diolah menjadi makan krispi yang enak.
"Ternyata nutrisi jangkrik itu sendiri sangat besar, karena proses dia dari telur sampai panen saya cetak sendiri jadi bahan-bahannya halal, pakan-pakannya juga saya cetak sendiri kita menggunakan sayuran sawi, daun katuk, jadi kadar dari tubuh jangkrik itu sangat bagus nutrisinya," jelasnya.
Soal rasa tak perlu diragukan lagi, rempeyek jangkrik buatan Harry itu gurih dan krispi, jangkrik yang menjadi isian rempeyek itu bahkan lebih nikmat dari isian kacang tanah biasa. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Harry-Prasetyo-memamerkan-olahan-rempeyek-jangkrik-yang-dijual-seharga-Rp15-ribu-per-bungkus.jpg)