Pangkalpinang Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Sejumlah sekolah di Pangkalpinang bakal mulai menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sejumlah sekolah di Pangkalpinang bakal mulai menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023.

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu program yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengatasi ketertinggalan dan hilangnya pembelajaran (learning loss) di Indonesia.

"Tahun ini kita mulai, sekarang juga sudah berjalan. Tahun ajaran baru nanti (2022/2023--red) insyaallah walaupun tidak semua sekolah minimal 10 persen sekolah sudah menjadi pilot project (penerapan Kurikulum Merdeka--red) karena ini untuk jangka panjang," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi, Kamis (17/2/2022).

Eddy menyebut Kurikulum Merdeka akan mulai diterapkan di sekolah penggerak yang telah didaftarkan.

Sejumlah sekolah dan guru dari jenjang PAUD hingga SMP negeri maupun swasta di Pangkalpinang telah didaftarkan ke Kemendikbudristek untuk menjadi sekolah dan guru penggerak.

Pendaftaran dilakukan melalui memorandum of understanding (MoU) atau kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan Kemendikbudristek, beberapa waktu lalu.

"Dalam Kurikulum Merdeka, pendidikan berpatokan pada esensi dari belajar di mana masing-masing anak memiliki bakat dan minatnya. Dengan kedua hal tersebut, maka tolok ukur yang diterapkan untuk menilai kedua anak yang memiliki minat berbeda pun tidak sama. Dengan demikian, setiap anak tidak bisa dipaksakan untuk mempelajari sesuatu hal yang tidak disukainya. Tujuannya untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini," tutur Eddy.

"Jadi anak-anak akan merdeka belajar di mana pun, tidak hanya di ruang kelas. Kurikulum dikembangkan oleh sekolah agar tidak terjebak. Status guru dan sekolah penggerak jadi tidak terpaku dengan situasi dan kondisi," lanjutnya.

Meski demikian, menurut Eddy, pemerintah tak akan memaksakan sekolah yang belum siap untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum tersebut masih bersifat pilihan dan akan diterapkan mulai tahun ajaran 2022/2023.

"Bagi sekolah yang masih menerapkan Kurikulum 2013, maka masih bisa dijalankan. Sedangkan bagi sekolah yang belum bisa menjalankan Kurikulum 2013, maka bisa menggunakan Kurikulum Darurat, Kurikulum Prototipe yang menyesuaikan dengan keadaan, situasi, kondisi apa pun yang ada di sekolah tersebut. Setelah itu baru arahnya dari Kurikulum Prototipe ke merdeka belajar," kata Eddy.

Lebih relevan dan interaktif

Sementara itu, melansir laman kemdikbud.go.id, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka.

Pertama, lebih sederhana dan mendalam karena kurikulum ini akan fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya.

Kemudian, tenaga pendidik dan peserta didik akan lebih merdeka karena bagi peserta didik, tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.

Sedangkan bagi para guru, mereka akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved