Kabar Belitung Timur
Angka Putus Sekolah Capai 280 Siswa, Dindik Galakkan Program Yuk ke Sekolah!
Dinas Pendidikan Belitung Timur mencatat sebanyak 280 siswa memilih tidak menamatkan pendidikannya.
MANGGAR, BABEL NEWS - Angka putus atau drop out di Belitung Timur cukup tinggi di tahun 2021. Dinas Pendidikan Belitung Timur mencatat sebanyak 280 siswa memilih tidak menamatkan pendidikannya. Di tingkat SMP ada 120 siswa yang memilih tidak bersekolah dan pada tingkat SMA ada lebih dari 160 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur Sarjano menyampaikan, penyebab dari banyaknya siswa putus sekolah ini adalah ketidakmauan dari siswa itu sendiri. Karena kebanyakan sudah biasa memegang uang banyak sehingga tidak ada hasrat untuk bersekolah.
"Kalau alasannya ketidakmampuan, daerah pasti tidak tinggal diam. Butuh baju dibelikan, butuh buku diadakan. Tapi kalau ketidakmauan ini kita hanya bisa melakukan upaya preventif," kata Sarjano ditemui di ruangannya, Selasa (1/3).
Sarjano menyatakan masa pandemi yang mengharuskan siswa belajar dari rumah juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka putus sekolah. Menurutnya selama siswa belajar dari rumah pengawasan cenderung lemah, apalagi jika orang tuanya tidak menyadari pentingnya arti pendidikan.
Mengatasi hal itu, pihaknya sudah menyiapkan berbagai skenario, mulai dari solusi jangka pendek hingga panjang. Untuk solusi jangka pendek pihaknya akan menyebarkan poster dan sosialisasi bekerjasama dengan desa-desa. Hal itu supaya pihak desa juga berkontribusi dalam melakukan pendekatan-pendekatan kepada siswa tersebut.
"Jadi ada dua jenis siswa, pertama siswa rentan yang masih sekolah tapi potensi putus sekolahnya tinggi dan siswa yang DO. Untuk siswa rentan kita akan galakkan program bupati Yuk ke Sekolah dengan cara sosialisasi bekerjasama dengan desa-desa. Selain itu juga kita akan galakkan ruang konsultasi di sekolah lewat guru BK dengan berbagai pendekatannya," kata Sarjano.
Lalu untuk solusi jangka panjang Sarjano bilang akan mendirikan UPT pendidikan non formal yang negeri. UPT ini nantinya juga akan menyelenggarakan pendidikan paket bagi mereka yang tidak menamatkan sekolahnya.
"Sedang berproses. Kita harapkan program-program yang kita rencanakan berjalan sehingga angka putus sekolah bisa turun tahun 2022 ini," kata Sarjano sembari berharap peran serta masyarakat dan orang tua juga sangat diperlukan dalam merangsang anak-anak untuk bersekolah. (s1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-Belitung-Timur-Sarjano.jpg)