Kabar Pangkalpinang
Sehari, Haris Layani 60 Potongan Rambut
Sejak barbershop khusus pria mulai ramai di Indonesia, begitu juga di Pangkalpinang banyak pebisnis yang tertarik mengambil peluang yang sama.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sejak barbershop khusus pria mulai ramai di Indonesia, begitu juga di Pangkalpinang banyak pebisnis yang tertarik mengambil peluang yang sama.
Makanya, makin lama bisnis pangkas rambut ini seperti jamur di musim hujan. Banyak orang menggelutinya. Pun begitu, bisnis barbershop ini banyak sekali pelanggannya, para pria kekinian merasa perlu memperhatikan dan mempermak penampilan.
Sebenarnya bisnis barbershop dan pangkas rambut tradisional itu tidak jauh berbeda, sama-sama jasa potong rambut. Hanya saja fasilitas dan treatmentnya yang berbeda.
Barbershop, salon potong rambut di ruangan ber-AC dan menawarkan perawatan yang lebih lengkap. Sementara jasa potong rambut tradisional, zaman dulu membuka tempat di bawah pohon atau kios kecil tanpa AC dan peralatan khusus salon lainnya.
Seperti Barberga Studio di Jalan Jenderal Sudirman Pangkalpinang ini menawarkan beberapa paket hair cut hingga hair styling. Tempatnya yang nyaman, tersedia kursi tunggu hingga minuman dingin.
Untuk hair cut di Barberga Studio seharga Rp55 ribu, hair mask Rp50 ribu, hair styling Rp25 ribu, hair color basic Rp100 ribu, hair color fashion Rp350 ribu dan earcandle Rp30 ribu.
Cafter Barberga Studio Haris menyebut, pihaknya memang menawarkan treatment yang berbeda dibandingkan pangkas rambut biasa.
"Kalau barbershop ini lebih ke modern style, jadi model-model gaya rambut terbaru. Kita lebih ke fashionnya, sebetulnya sama barbershop sama pangkas rambut, sama-sama jasa potong rambut tapi kita lebih tekankan fashionnya konsep pemotongan seperti apa," ujar Haris kepada Bangka Pos Group, Selasa (22/2).
Kata Haris, dalam sehari yang datang ke Barberga Studio kurang lebih 60 orang, dengan macam-macam gaya potongan rambut.
Diakuinya, bisnis barbershop kini memang menjamur di Pangkalpinang dengan demikian pihaknya harus mampu bersaing dengan kompetitor lainnya.
Barberga Studio sendiri sudah buka sejak tahun 2017 lalu, dengan basic awal memang berkonsep barbershop.
Harga yang dipatok oleh barbershop memang lebih tinggi dibandingkan salon biasa atau pangkas rambut, lantaran hal ini kata Haris memang barbershop bukan hanya pemotongan rambut saja namun memberikan kesan dan konsep yang berbeda.
"Kami menguasai semua teknik-tekniknya, kami juga tidak ingin dianggap remeh hanya sebagai pemotong rambut saja. Kami juga ingin mengubah stigma para konsumen jadi seniman potongan rambut itu tidak disia-siakan," jelasnya.
Terpisah, barbershop di Bukit Merapin Kota Pangkalpinang yang diberi nama Faiz Barbershop itu juga mengaku bisnis barbershop lebih menjanjikan dibandingkan pangkas rambut biasa.
Bahkan diakui Owner Faiz Barbershop, Eki dulu ia hanya buka salon potong rambut biasa yang belum memiliki konsep.
"Kita ikutan tren sejak sebelum pandemi itu sudah mulai ramai barbershop, terus pas pandemi makin banyak lagi, awalnya itu salon potong rambut biasa cuma sekarang pas berubah menjadi barbershop yang datang lebih ramai," kata Eki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Bisnis-Barberga-Studio-di-Jalan-Jendral-Sudirman-Kota-Pangkalpinang.jpg)