Warga Kulan Kampak Menanti Solusi Banjir
Kawasan Kulan Kampak, Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, ternyata belum sepenuhnya terbebas dari banjir.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kawasan Kulan Kampak, Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, ternyata belum sepenuhnya terbebas dari banjir.
Setelah sempat terendam air bah dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa pada November 2021, kawasan Kulan Kampak kembali kebanjiran pada pertengahan Maret 2022.
"Hujan dua jam, debit air sudah penuh dan masuk ke pekarangan rumah. Kejadiannya sekitar tanggal 15 Maret 2022 lalu," kata warga setempat bernama Yuyun (35), Sabtu (26/3/2022).
"Dahulu tidak banjir sekarang bisa banjir. Dua jam saja apabila hujan lebat, air naik ke pekarangan rumah. Waktu banjir cukup besar tahun lalu, itu dua hari baru genangan air naik, nah sekarang hujan dua jam saja debit air langsung naik," tuturnya.
Yuyun menduga banjir terjadi lantaran adanya proyek pembangunan perumahan tak jauh dari kawasan tersebut.
Ia berharap pihak pengembang perumahan itu memberikan solusi agar kawasan mereka tidak lagi terendam banjir.
"Seharusnya ada solusi dari pihak pengembang agar tidak terjadi banjir lagi di kawasan ini. Kami juga sudah menyampaikan solusi tersebut," tutur Yuyun.
Camat Gerunggang, Richard Syam, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi adanya rumah warga yang terdampak banjir di kawasan Kulan Kampak.
"Kemudian tadi pagi kita sudah memantau lokasi itu memang ada drainase tertutup," kata Richard.
Pihaknya akhirnya memediasi warga setempat dan pihak pengembang perumahan pada Jumat (25/3/2022).
Mediasi ini bertujuan mencari solusi jangka pendek maupun panjang agar kawasan Kulan Kampak tidak digenangi banjir lagi saat hujan deras.
Menurut Richard, setelah dimediasi, pihak developer perumahan bersedia membuat kembali drainase sementara sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi banjir.
"Pengembang akan membuat drainase tersier sebagai upaya penanganan banjir jangka pendek. Sedangkan untuk akses jalan yang mulai rusak akibat dari alat berat yang masih ke lokasi pengembangan, pihak pengembang bersedia akan segera diperbaiki," tuturnya.
Untuk mencari solusi jangka panjang, pihaknya berencana mengundang beberapa pengembang perumahan di kawasan Kulan Kampak, pemangku kepentingan terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pangkalpinang.
"Mereka akan kami undang untuk mencari win-win solution, berarti penyelesaian yang menguntungkan dan memuaskan semua pihak. Hal ini agar tidak terjadi lagi banjir di kawasan Kulan Kampak ini," kata Richard.
Seorang perwakilan pengembang perumahan yang enggan disebutkan namanya, tidak mau memberikan tanggapan saat ditanyai mengenai permintaan warga kawasan Kulan Kampak dan hasil mediasi tersebut.
"No comment, no comment," jawabnya singkat. (u1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20220326_Banjir-merendam-kawasan-Kulan-Kampak.jpg)