Kota Pangkalpinang Turun ke PPKM Level 2

Hakim menyebut ada indikator yang belum terpenuhi sehingga membuat Pangkalpinang belum berada di PPKM level 1

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Masagus M Hakim. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kota Pangkalpinang mengalami penurunan level dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 ke level 2.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 21 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Coronavirus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Sejak 11 April 2022, Kota Pangkalpinang berada dalam PPKM level 2 terhitung tanggal 10 sampai 25 April 2022," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Masagus M Hakim, Selasa (19/4/2022).

Menurut Hakim, penurunan level PPKM ini membuktikan bahwa masyarakat Pangkalpinang sangat menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Selain itu, masyarakat ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga sudah banyak yang menjalani vaksinasi.

Hakim menyebut ada indikator yang belum terpenuhi sehingga membuat Pangkalpinang belum berada di PPKM level 1. Indikator yang dimaksud adalah pelacakan (tracing) dan pengetesan (testing).

"Alhamdulillah sudah turun meskipun belum level satu. Hal ini karena tracing dan testing kita yang masih kurang," ujar Hakim.

Dia menuturkan, pelaksanaan testing di Pangkalpinang masih kurang dari target 31 tes per hari.

Target ini hanya terpenuhi sekitar 80 persen.

"Meski kurang sedikit, Kota Pangkalpinang tetap dianggap tidak memenuhi ekspektasi," ucapnya.

Hakim menyebutkan, pihaknya sejauh ini telah memeriksa 59.596 spesimen Covid-19. Sementara itu, jumlah warga yang telah menjalani rapid test antigen mencapai 80.358 orang.

"Hal ini erat kaitannya dengan positive rate yang masih tinggi lebih dari 5 persen dan belum terpenuhi testing harian spesimen minimal 31 sampel per hari," kata Hakim. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved