Berita Pangkalpinang
H-3, Aktivitas Pelabuhan Pangkalbalam Padat, Pemudik Melonjak 500 Persen
Ratusan pemudik memenuhi depan loket hingga ruang keberangkatan Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Jumat (29/4) siang.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Ratusan pemudik memenuhi depan loket hingga ruang keberangkatan Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Jumat (29/4) siang. Puluhan mobil angkutan terlihat menurunkan beberapa calon penumpang sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.
Ratusan orang yang terdiri dari anak-anak, dewasa hingga lanjut usia (Lansia) bercampur baur di tempat itu. Satu per satu para calon penumpang diperiksa dokumen kelengkapannya oleh petugas. Mulai dari tiket, sertifikat vaksinasi dosis ketiga sampai bukti tes usap polymerace chain reaction (PCR) negatif bagi calon penumpang yang belum melakukan vaksinasi turut diperiksa.
Lia (30), penumpang kapal asal Kabupaten Bangka Tengah, mengaku, senang dengan adanya kebijakan pemerintah yang kembali memperbolehkan masyarakat untuk mudik. Hal ini tentunya dapat menjadi obat rindu bagi perantau akan kampung halaman. "Saya sangat bersyukur dengan adanya kebijakan mudik, ya setidaknya bisa jadi obat rindu keluarga," kata Lia.
Diakuinya, tahun ini merupakan kali pertama dirinya mudik kembali ke Pulau Belitung setelah sejak tahun 2020 pemerintah memberlakukan kebijakan pelarangan mudik. Dengan adanya kebijakan mudik ini, dirinya sendiri telah mempersiapkan sejak jauh hari untuk dapat kembali pulang ke kampung halaman. "Beli tiket sudah lama sekitar sebulan lalu, Alhamdulillah bisa mudik lagi ke Belitung. tahun kemarin juga enggak mudik," ujarnya.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang pada mudik Lebaran 2022, dibandingkan dengan tahun 2020 dan 2021 saat pandemi Covid-19.
Kepala Sub Seksi Bagian Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Pangkalbalam, Ferdiansyah mengatakan, arus mudik Lebaran tahun ini mengalami kenaikan sebesar 500 persen dibandingkan dengan dua tahun lalu. Namun jika dibandingkan 2019 sebelum pandemi Covid-19, masih mengalami penurunan.
"Jika dibandingkan dengan dua tahun itu sangat tinggi sekali kenaikan penumpang hingga 500 persen. Tetapi sekarang ini yang menjadi pembanding acuan kami yakni pada tahun 2019, itu kita mengalami penurunan," kata Ferdiansyah.
Ferdiansyah mengungkapkan, puncak mudik di Pelabuhan Pangkalbalam sendiri sudah terjadi pada H-6 Idulfitri atau pada Selasa (26/4). Di mana, tercatat sebanyak 1.435 orang datang dan berangkat dari Pelabuhan Pangkalbalam. "Itu puncak harus mudik di Pelabuhan Pangkalbalam. Kalau H-3 kali ini masih dalam kategori padat dibanding dengan H-9 sampai H-7," jelasnya.
Pihaknya mencatat sampai hari ini, total sudah sekitar 6.418 orang berkumpul di Pelabuhan Pangkalbalam. Rinciannya sebanyak 3.642 orang keberangkatan penumpang dan kedatangan penumpang tercatat sebanyak 2.776 orang.
Dari total tersebut dengan tujuan paling banyak Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta disusul Pelabuhan Tanjungpandan, Belitung. "Itu banyak di dominasi oleh orang-orang dari Pulau Bangka ke luar. Paling banyak pertama Tujuan Pelabuhan Tanjung Priok. Belitung menempati urutan kedua dan terakhir Tanjung Pinang, Kepulauan Riau," ujarnya.
Ia mengimbau, kepada para pemudik untuk memenuhi dokumen persyaratan yang telah ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19, agar perjalanan menuju kampung halamannya berjalan lancar. Sehingga, terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan dan dapat menciptakan zero accident atau nihil kecelakaan.
Pihaknya juga menekankan, dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk mudik kapasitas armada juga dibatasi sesuai dengan ketentuannya. Hal itu untuk mencegah kapasitas kapal yang overload atau kelebihan muatan. "Kami meminta masyarakat tidak memaksakan diri untuk berangkat apabila kapal terisi penuh, karena ini berpotensi terjadi kecelakaan kapal saat melakukan perjalanan," katanya.
Ferdiansyah juga memastikan, sampai kini belum terjadi penumpukan penumpang di terminal pelabuhan akibat keterbatasan kapal angkutan mudik. Meski dalam sepekan terakhir ini arus mudik sudah mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasanya.
Begitu pula dengan tiket kapal masih tersedia untuk pemudik tahun ini, walaupun calon penumpang telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. "Hingga saat ini, kita belum menerima laporan dan keluhan calon penumpang kapal, semua berjalan dengan aman, lancar dan sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," pungkasnya. (u1)
Siapkan Puluhan Kapal
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, juga menyiapkan puluhan kapal untuk melayani arus mudik dan balik di wilayahnya. Setidaknya ada 10 kapal jenis kapal roll on roll off atau Ro-Ro guna mengantisipasi lonjakan calon penumpang pada puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/MUDIK-DI-PANGKALBALAM.jpg)