Berita Kabupaten Bangka
Ikut Aksi Damai Keprihatinan Harga TBS di Jakarta, Petani Bangka Rela Kumpulkan Brondol Sawit
Saat ini pedagang pengepul membeli TBS kelapa sawit di tingkat petani Rp1.300 per kg. Sedangkan, harga TBS di perusahaan PKS saat ini Rp1.620 per kg.
SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Arman, petani sawit Desa Sempan, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, rela mengumpulkan brondol atau buah sawit yang rontok agar bisa mengikuti aksi demonstrasi keprihatinan petani kelapa sawit seluruh Indonesia di Jakarta. Diketahui, DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) akan melaksanakan aksi damai atau aksi keprihatinan petani kelapa sawit rakyat seluruh Indonesia di Kementerian Perdagangan RI dan Istana Negara di Jakarta, Selasa (17/5).
"Iya saya ikut demo juga demi memperjuangkan nasib dan priuk nasi kami petani kelapa sawit rakyat ini. Saya rela mengumpulkan brondol (buah sawit yang rontok, red) untuk biaya beli tiket pesawat, makan, minum dan menginap di Jakarta, siapa tahu pemerintah mendengarkan aspirasi petani kelapa sawit rakyat ini," kata Arman, Senin (16/5).
Diakuinya, saat ini pedagang pengepul membeli harga TBS kelapa sawit di tingkat petani Rp1.300 per kg. Sedangkan, harga TBS di perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) saat ini Rp1.620 per kg.
"Harga TBS kelapa sawit di Indonesia semakin anjlok, sedangkan di Malaysia harga TBS makin naik antara Rp4.000-Rp5.000 per kg. Belum lagi nanti kalau tangki CPO sudah penuh semua, kemungkinan TBS kelapa sawit tidak ada yang mau beli lagi," ujarnya.
Athung, petani sawit asal Kelurahan Lubuk Kelik, Sungailiat, mengakui, saat ini memang hasil panen TBS sawit masih dibeli pengepul untuk dibawa ke perusahaan. "Namun kami juga sangat khawatir apabila kran ekspor CPO tidak dibuka pemerintah dalam jangka waktu yang lama dikhawatirkan tangki-tangki penampungan CPO di perusahaan PKS yang ada di Kabupaten Bangka hingga akhir bulan Mei ini juga penuh, sehingga akhirnya menghentikan pembelian TBS kelapa sawit petani mandiri," kata Athung.
Ia merasa saat ini nasib petani kelapa sawit rakyat serba susah. Di satu sisi diakuinya, pemerintah ingin membantu hajat hidup orang banyak karena harga minyak goreng mahal dan langka di pasaran.
Namun, di sisi lain selaku petani kelapa sawit rakyat juga dibuat hancur dengan kondisi seperti ini. "Kami mohon pemerintah juga memikirkan nasib para petani kelapa sawit rakyat ini, di sektor ini cukup banyak menyerap tenaga kerja seperti buruh petik panen, buruh pengangkut panen, butuh pembersih kebun dan lainnya. Kita juga bingung dengan kebijakan ini," harapnya.
Dua utusan
Ketua DPD Apkasindo Bangka, Jamaludin atau akrab disapa Tipek mengatakan, aksi damai ini merupakan tindak lanjut hasil keputusan kegiatan zoom meeting seluruh pengurus Apkasindo pusat dan daerah penghasil kelapa sawit rakyat sebelumnya. "Memang dalam aksi ini jumlah massa masih terbatas, setiap DPD Apkasindo kabupaten hanya dibolehkan mengirimkan dua utusan saja, namun ada juga teman-teman lain yang ingin ikut juga tidak bisa kita cegah, karena kegiatan ini murni untuk kepentingan dan kelangsungan hidup para petani kelapa sawit," ujar Jamaludin.
Dirinya yang juga dipercaya sebagai Koordinator Aksi Keprihatinan Petani Sawit Rakyat Babel ini, mengakui, aksi keprihatinan petani kelapa sawit ke Jakarta ini dibiayai secara pribadi atau mandiri oleh masing-masing peserta. "Seperti kawan kita yang dari Pulau Belitung sangat antusias mengikuti aksi ini karena di Pulau Belitung para petani kelapa sawit rakyat hasil panen TBS kelapa sawit tidak ada perusahaan PKS yang mau membelinya. Meskipun saat ini tidak dapat tiket pesawat langsung ke Jakarta, mereka bersedia transit dari Belitung ke Bangka lalu ke Jakarta," tegasnya.
Ia menambahkan, aksi ini akan diikuti seluruh Apkasindo Indonesia dengan memakai atribut khas daerah masing-masing. "Mohon doa restunya kepada seluruh petani sawit di Bangka Belitung kita berangkat ke Jakarta, ini murni menyampaikan aspirasi petani sawit," jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan arahan Ketua Umum Apkasindo, Gulat ME Manurung mengimbau para petani kelapa sawit rakyat yang ada di kabupaten juga melakukan aksi keprihatinan petani kelapa sawit di kantor bupati masing-masing. "Kita cukup bawa TBS kelapa sawit ke kantor bupati dan DPRD minta bantu pemerintah daerah menyampaikan ke pemerintah pusat aspirasi petani kelapa sawit rakyat ini lewat jalur pemerintah daerah," ujar Jamaludin. (edw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Truk-pengangkut-hasil-panen-TBS-kelapa-sawit-sedang-mengisi-muatan-hasil-panen-kelapa-sawit-rakyat.jpg)