Kabar Belitung Timur

Wabup Khairil Minta Tim Kerja Sama Percepat Turunkan Stunting

Angka stunting di Belitung Timur saat ini menduduki peringkat kedua tertinggi se-Povinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Editor: Rusaidah
BANGKA POS/BryanBimantoro
Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar saat mengukuhkan tim percepatan penanganan stunting. 

MANGGAR, BABEL NEWS -  Angka stunting di Belitung Timur saat ini menduduki peringkat kedua tertinggi se-Povinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal itu dilaporkan oleh BLLN Kepulauan Bangka Belitung saat berada di Belitung Timur, Rabu (25/5).

Untuk upaya menekan angka stunting tersebut, BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk Tim Percepatan Penanganan Stunting di Belitung Timur. Tim tersebut dikukuhkan secara langsung oleh Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar di Auditorium Zahari MZ.

Usai pengukuhan tersebut, dilanjutkan dengan rekonsiliasi percepatan penurunan stunting Belitung Timur dengan tema Penguatan Komitmen dan Peran Pemerintah Daerah dalam Konvergensi Penurunan Stunting di Belitung Timur.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa mengatakan permasalahan stunting tidak mungkin dikerjakan oleh misalnya Dinas Kesehatan, PU, dan BKKBN saja, namun harus bersama-sama turun ke lapangan.

"Angka stunting di Belitung Timur 22 persen. Untuk itu kerjasama semua pihak harus kuat, serta anggarannya juga disiapkan, karena tidak mungkin hal ini bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan atau BKKBN saja, oleh karena itu perlunya kerjasama," ujar Fazar.

Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar menyampaikan sebenarnya pengukuhan ini memang sudah direncanakan sejak awal bulan lalu. Menurutnya kegiatan di pemerintah daerah ini cukup banyak, sehingga dituntut untuk segera melaksanakan pelantikan.

"Oleh sebab itu pada hari ini Alhamdulillah pelaksanaan itu sudah terjadi dan Insya Allah kita juga harus berkomitmen. Semua pihak untuk sama-sama kita untuk segera melangkah menyelesaikan persoalan stunting yang ada di Kabupaten Belitung Timur ini," ucapnya.

Dia juga mengatakan karena Belitung Timur peringkat kedua angka stunting di Provinsi, diperlukan komitmen dan menjalin kerja sama semua stakeholder maupun masyarakat, lembaga-lembaga, dan perusahaan.

"Semuanya harus kita bertumpu pada kegiatan tersebut. Kami juga mengharapkan kerjasama semua pihak untuk menekan angka pernikahan dini, kemudian juga asupan gizi harus kita upayakan. Dan OPD-OPD terkait kita instruksikan agar menganggarkan untuk kegiatan baik kemiskinan maupun penanganan stunting ini," tegasnya. (s1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved