Kabar Belitung

PT BAT Jadi Solusi Petani Sawit Mandiri Belitung

Peletakan batu pertama pembangunan pengolaan minyak sawit oleh PT Bina Agro Tani (BAT) menjadi kabar gembira bagi petani sawit mandiri di Belitung.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Dede Suhendar
Bupati Belitung Sahani Saleh meletakkan batu pertama pembangunan pabrik pengolaan minyak sawit. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Peletakan batu pertama pembangunan pengolaan minyak sawit oleh PT Bina Agro Tani (BAT) menjadi kabar gembira bagi petani sawit mandiri di Belitung.

Selain menampung hasil panen petani, kehadiran pabrik yang akan dibangun di Desa Badau itu juga diharapkan mampu menjaga kestabilan harga tanda buah segar (TBS).

Kabid Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung Hamzah mengatakan saat hanya dua perusahaan kelapa sawit yang membeli TBS dari petani mandiri.

"Kalau kondisi sekarang ini, begitu muncul masalah sawit masyarakat tidak tertampung artinya ada ketidakseimbangan," ujarnya kepada Bangka Pos Group, Jumat (10/6).
Ia menjelaskan berdasarkan data statistik terdapat sekitar 5.000 Hektare (Ha) lahan petani sawit mandiri di wilayah Belitung.

Data tersebut belum ditambah jumlah real di lapangan termasuk lahan yang berada di dalam kawasan.

Jika luasan 5.000 Ha memasuki masa panen secara otomatis perusahaan akan kesulitan menampung karena mereka akan memprioritaskan lahan masing-masing.
Kemudian, dengan kapasitas CPO 60 ton perjam, PT BAT diwajibkan menjalin kemitraan dengan koperasi yang memiliki luasan lahan minimal sekitar 2.400 Ha.

Berdasarkan rencana, PT BAT akan bermitra dengan koperasi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Aspeksindo).

"Dengan aturan baru ini mereka bisa tidak punya lahan tapi wajib menjalin kemitraan. Sisa lahan sekitar 2.600 hektar itu bukan tidak tapi itu kan syarat minimalnya," kata Hamzah.
Ia berharap kehadiran PT BAT mampu menampung hasil panen sekaligus menjaga kestabilan harga TBS yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel.

Sementara itu, Department Bussines Development PT BAT Rico Syaibani SH menambahkan perusahaan akan membangun pabrik minyak kelapa sawit skala besar dengan kapasitas 60 ton TBS / jam dan pabrik pengolahan inti kelapa sawit Kernel Crushing Plant (KCP) Kapasitas 100 ton kernel / hari.

Dirinya berharap setelah peletakan batu pertama pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Bina Agro Tani menjadi harapan baru untuk kesejahteraan bagi petani kelapa sawit se kepulauan Belitung.

"Selain dari pada itu akan terbuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menambah PAD bagi daerah Kabupaten Belitung," katanya. (dol)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved