Berita Bangka Barat
Dinkes Babar Ajak Terapkan 3M Plus, 6 Bulan, Ada 295 Pasien DBD
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat mencatat ada sebanyak 295 pasien terpapar demam berdarah dengue (DBD) sepanjang 2022 ini.
MUNTOK, BABEL NEWS - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat mencatat ada sebanyak 295 pasien terpapar demam berdarah dengue (DBD) sepanjang 2022 ini. Dari data yang ada, pada Januari hingga April 2022, ada sebanyak 240 pasien. Sedangkan, pada Mei hingga Juni 2022 ini, sebanyak 55 pasein yang dilaporkan terjangkit DBD.
"Di dua bulan ini lumayan tinggi. Belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), saat ini masih dalam pantauan kami," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Babar, Putra Kusuma, Sabtu (25/6).
Pihaknya juga terus berupaya semaksimal mungkin dalam mengedukasi 3M (mengurus, menutupi dan menguburkan) untuk pengendalian DBD ini. Bahkan diakuinya, belum lama ini pihak kesehatan juga turun ke lapangan guna melihat lingkungan yang ada di masyarakat.
"Perlu usaha yang besar, serentak dan masif oleh semua lapisan masyarakat bergerak bersama. Mari sama-sama memberantas DBD mulai dari rumah kita," tegasnya.
Kasi Pelayanan dan Penunjang Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sejiran Setason, dr Mariya Ulfah mengatakan, saat ini ada 19 pasien DBD yang masih menjalani perawatan di rumah sakitnya. "Ada 19 pasien yang dirawat. Sebagian pasien ini juga rujukan dari beberapa Puskesmas yang ada di Bangka Barat. Di antaranya, dari Tempilang, Jebus, Simpangteritip, Muntok dan Kelapa," kata Mariya.
Tertinggi di Muntok
Kepala Puskesmas Muntok, Harianto mengatakan, kasus DBD tertinggi di tahun 2022, berada di Kecamatan Muntok. Dengan jumlah sebanyak 119 kasus dan dua orang meninggal dunia pada bulan Januari 2022.
Menurutnya, pada bulan tersebut, Kelurahan Keranggan mencatat angka tertinggi sebanyak 21 kasus, sehingga dikategorikan rawan DBD. Kemudian, di bulan Februari, DBD menurun menjadi 36 kasus dan satu orang meninggal dunia.
Lalu pada Maret, tercatat ada 11 kasus dan satu meninggal dunia. Sedangkan pada April, naik ke angka 18 kasus dan bulan Mei turun menjadi 8 kasus. Sedangkan bulan Juni naik lagi 10 kasus, namun sejak April tidak ada lagi pasien meninggal dunia.
"Paling rawan di kelurahan yang padat penduduk. Untuk saat ini berdasarkan data di atas yang paling banyak kasusnya dan rawan," ujarnya.
Pihaknya mengajak masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Hal ini disampaikannya usai melakukan survei ke rumah yang terjangkit.
Menurutnya, hal ini dengan harapan penyakit yang berbasis lingkungan itu bisa dicegah dengan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). "Setiap kali kita melakukan penyelidikan epidemiologi masih banyak jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air yang tidak dibersihkan," katanya.
Ia mengatakan, seharusnya minimal seminggu sekali wajib dikuras yaitu dengan 3M (menguras , menutup dan mendaur ulang) tempat-tempat penampungan air. "Dan ini sering kita edukasi baik secara langsung maupun di media sosial. Kami juga telah melakukan langkah-langkah preventif dan promotif dengan mengajak masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat," ungkapnya. (ynr)
Edukasi Hidup Bersih
KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bangka Barat, Putra Kusuma mengajak, masyarakat untuk bersama bergerak memberantas DBD di wilayahnya. Dirinya juga terus berupaya mengedukasi masyarakat supaya membersihkan lingkungan mereka.
Lanjutnya, gerakan ini dapat dimulai dari rumah dengan cara menguras tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air. Menutup rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi jadi tempat berkembang biak nyamuk.
"Sudah memasuki musim penghujan, maka akan rawan penyakit DBD. Kami juga selalu mengedukasi masyarakat untuk hidup bersih, baik di dalam dan di lingkungan rumah mereka," ujar Putra, Sabtu (25/6).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20220209_wartawan-melakukan-fogging-di-Kelurahan-Bacang.jpg)