Berita Bangka Barat
Puting Beliung Rusak 8 Rumah di Dusun Jampan Desa Kelabat
Delapan rumah warga Dusun Jampan, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, porak poranda usai terkena musibah angin puting beliung.
PARITTIGA, BABEL NEWS - Sebanyak delapan rumah warga Dusun Jampan, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, porak poranda usai terkena musibah angin puting beliung pada Sabtu (2/7) sekitar pukul 14.20 WIB. Rata-rata, sejumlah rumah warga ini mengalami rusak ringan hingga sedang pada bagian atapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, Achmad Nursandi mengatakan, kejadian berawal dari hujan dan angin yang cukup kencang melanda kawasan Kecamatan Parittiga sejak pagi. "Penyebabnya angin yang besar atau puting beliung disertai hujan. Yang terdata ada delapan rumah atapnya rusak," kata Achmad Nursandi, Minggu (3/7) siang.
Diakuinya, setelah mendapat laporan adanya bencana alam puting beliung, personel langsung melakukan pendataan dan memberikan bantuan berupa terpal sementara, untuk menutupi bagian atap yang rusak. "Untuk sementara kami berikan terpal guna menutupi bagian yang rusak. Sambil menunggu bantuan dari dinas terkait," jelasnya.
Pihaknya mengimbau, masyarakat agar tetap berhati-hati dan selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang tiba-tiba. "Bagi yang berada di luar rumah dan di laut cari tempat aman untuk berlindung jika terjadi angin kencang atau cuaca buruk," ujarnya.
Gangguan cuaca
Diketahui, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mestinya sudah memasuki musim kemarau pada awal bulan Juli 2022. Hal ini berdasarkan informasi dari Stasiun Klimatologi Koba BangkaTengah yang memprakirakan musim kemarau akan mulai masuk pada Dasarian I bulan Juli 2022. Namun beberapa hari terakhir diketahui, masih kerap terjadi hujan yang mengguyur di berbagai wilayah Babel.
Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, Kurniaji menjelaskan, saat ini kondisi cuaca memang tidak menentu. Diakuinya, saat ini seharusnya musim pancaroba atau musim transisi dari musim hujan ke musim kemarau itu sudah berakhir. "Bahwa ada beberapa gangguan cuaca yang sedikit mengganggu kestabilan kondisi cuaca Babel beberapa pekan terakhir," ujar Kurniaji, Sabtu.
Diakuinya, salah satu penyebab dari kondisi cuaca yang tak menentu saat ini adalah Dipole Mode Index (DMI) yang saat ini masih bernilai negatif. "Jadi ketika DMI negatif maka suplai uap air dari wilayah Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat signifikan, sehingga aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat signifikan, termasuk wilayah Babel. Hal inilah yang meyebabkan kita masih ada hujan walaupun kita sudah resmi masuk kemarau," jelasnya.
Ia menambahkan, seharusnya kondisi seperti ini tidak terlalu lama. Sebab, DMI biasanya bertahan dengan periode 1-3 pekan saja. "Karena masih ada hujan, untuk potensi genangan cukup kecil karena kita sudah masuk kemarau beberapa bulan ke depan," katanya. (ynr/s2)
Siap Cegah Bencana
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan, kesiapannya untuk melakukan pencegahan terjadi bencana alam. "Kami tetap menyampaikan informasi BMKG kepada masyarakat dan memberi peringatan dini," ujar Kepala Pelaksana BPBD Babel, Mikron Antariksa, Sabtu (2/7).
Menurutnya, upaya penanganan bencana sudah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota di Bangka Belitung. Bahkan, BPBD Babel sudah beberapa kali melakukan apel dalam hal mengantisipasi terjadi bencana alam.
"Dari sisi personel, hingga perlengkapan sudah diadakan. Kami sudah lakukan rembuk dan apel kepada anggota saya, untuk mengintruksikan BPBD kabupaten/kota siap siaga menghadapi kondisi dan situasi masih pancaroba sesuai prakiraan BMKG," katanya. (s2)
RUMAH WARGA RUSAK
Rasman Hadi (80 keping asbes)
Halimi (20 keping asbes dan 15 genteng)
Mahan (7 keping asbes)
Nanang Hardiansyah (7 keping asbes)
Andi (25 keping asbes)
Sukatni (2 keping asbes)
Harno (4 keping asbes)
Rudi Hartono (20 keping asbes)
Sumber: BPBD Babar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/ANGIN-PUTING-BELIUNG.jpg)