Berita Bangka Selatan

Cabai Rawit di Toboali Capai Rp180 Ribu

Harga cabai rawit di wilayah Toboali, Bangka Selatan mencapai Rp180 ribu. Kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir.

Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
ILUSTRASI - Pedagang komoditas bahan dapur saat memilah cabai di Pasar Pagi Pangkalpinang. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Harga cabai rawit di wilayah Toboali, Bangka Selatan mencapai Rp180 ribu. Hal ini disampaikan Eko, pedagang cabai di Pasar Toboali, Selasa (5/7).

Diakui Eko, kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. "Ada beda harga kami jual kalau cabai rawit lokal bisa dijual Rp160 ribu, akan tetapi kalau yang dari luar bisa mencapai Rp180 ribu per kilogramnya. Saya ambil cabai dari luar Bangka jadi lumayan tinggi harganya karena ada biaya pengiriman dari luar masuk ke Bangka," kata Eko.

Dirinya bahkan mengakui, sudah mengambil cabai rawit maupun cabai merah dari distributor langsung, sehingga harga yang dijual lebih murah. "Saya ambil langsung partai, nah kalau penjual-penjual yang lain bisa lebih tinggi karena mengambil ada yang hanya dua kilogram ataupun paling tinggi lima kilogram itu pun mereka beli ke pihak kedua," jelasnya.

Hal senada disampaikan Nur, pedagang cabai rawit lainnya. "Baru empat hari yang lalu harga cabai naik, padahal baru seminggu yang lalu naik. Banyak pembeli yang datang mengeluh akibat kenaikan harga cabai rawit maupun cabai merah," ungkap Nur.

Sekda Basel, Eddy Supriadi menjelaskan, kenaikan harga cabai ini mengikuti hukum pasar. "Karena bukan barang subsidi kita tidak bisa intervensi barang. Untuk itu jangka panjang bagaimana kebutuhan cabai, melalui peningkatan pertanian cabai melalui petani dan masyarakat secara massal produktivitas. Pemerintah daerah melalui dinas terkait membuka operasi pasar, di Kantor Camat Toboali pada Rabu (6/7)," jelas Eddy. (v1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved