Kabar Pangkalpinang
Soliyem Masih Tetap Setia Pakai TV Analog
Proses migrasi televisi (TV) analog ke digital telah dimulai tahun ini.
PANGKALPINANG, BANGKA POS - Proses migrasi televisi (TV) analog ke digital telah dimulai tahun ini. Kedepannya, masyarakat Indonesia akan menyaksikan tayangan TV dengan gambar bersih dan suara jernih, yang diperoleh berkat kecanggihan digital.
Bersih, jernih dan canggih. Begitu klaim pemerintah dalam mengkampanyekan migrasi siaran televisi analog ke siaran televisi digital. Jaminan kualitas tayangan yang mumpuni menjadi keunggulan televisi digital.
Namun, Soliyem (65) warga Kelurahan Temberan tetap ngotot ingin menggunakan TV analog saja. Setiap kali ia menyalakan TV 'semut-semut' berwarna hitam dan putih itu masih memenuhi layar kacanya.
Hanya ada empat siaran televisi yang bisa dinikmati Soliyem di rumahnya itu, sempat ingin menambahkan alat penambahan TV digital hanya saja baru ada beberapa siaran TV saja.
"Kalau pakai TV digital itu ceramah yang biasa saya nonton tidak ada, hanya ada lima siaran TV dan itu semua acara hiburan, siaran yang biasanya banyak ceramah hilang, jadi biarlah banyak semut seperti ini masih jelas lah sedikit-sedikit," ujar Soliyem.
Ingin mengganti ke smart TV yang lebih lengkap dan bersih, Soliyem kembali memikirkan biaya. Mengingat yang menonton TV di rumah hanya dirinya saja, anak dan cucu-cucunya lebih senang bermain handphone dan nonton melalui gawai itu saja.
"Kalau anak-anak lebih senang main handphone saja, mereka nonton disitu juga. Jadi yang nonton TV cuma saya sendiri, kalau mau beli baru tanggung," tuturnya.
Diakui Soliyem, semut di layar kaca itu semakin banyak sejak pemerintah mulai mengalihkan siaran televisi analog ke siaran televisi digital.
"Sebelumnya banyak semut juga, tapi sejak himbauan TV analog itu jadi makin banyak. Kadang kalau hilang tiba-tiba dibenarkan antenanya di luar rumah," sebutnya.
Yanda (39), warga Semabung Lama Pangkalpinang mengaku baru-baru ini membeli smart TV untuk anak-anaknya yang senang menonton film kartun.
Tak hanya itu, ia juga kerap kesal melihat anaknya selalu ingin bermain gawai. Jadi ia belikan TV android yang lengkap siaran TV-nya.
"Sebelumnya masih TV analog juga, cuma waktu itu tiba-tiba tidak dapat siaran lagi jadi banyak semut, anak saya jadi sering main handphone, nonton di handphone, jadi saya belikan smart TV yang bisa nonton lengkap," ujar Yanda.
Diakuinya, sejak beralih ke smart TV tidak ada lagi gangguan siaran. Bahkan saat hujan sekalipun.
"Dulu kalau hujan, mulai siaran hilang atau banyak semutnya. Kalau sekarang bersih, jernih, canggih pula bisa nonton apa saja," ucapnya. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Ilustrasi-penggunaan-TV-analog.jpg)