Kabar Belitung
BPS Sasar 1.200 Rumah Tangga, Survei Biaya Hidup (SBH) 2022
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung melakukan Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung melakukan Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat sebagai bahan penyusunan diagram timbang dan paket komoditas baru dalam penghitungan indeks harga konsumen (IHK).
Belitung akan menjadi satu dari 90 kota cakupan SBH untuk penghitungan IHK perkotaan yang menyasar 1.200 responden rumah tangga.
Selain kota tersebut, cakupan SBH 2022 juga dilaksanakan di 60 kabupaten tambahan yang tersebar di seluruh provinsi untuk memberikan gambaran pola konsumsi kabupaten rural atau pedesaan di suatu provinsi.
Kepala BPS Kabupaten Belitung Agung Rachmadi menjelaskan, pelaksanaan SBH dilakukan setiap lima tahun sekali untuk memperbarui pola konsumsi terkini yang berubah karena perubahan teknologi, perilaku, pendapatan, selera, dan sebagainya. Selain juga penyesuaian dengan tahun dasar seperti kondisi pasca pandemi saat ini, serta perkembangan jenis dan kualitas barang/jasa hingga perubahan pasar.
"Kondisi lima tahun lalu dengan saat ini dengan perkembangan teknologi tentu jauh berbeda," katanya dalam kegiatan Sosialisasi Survei Biaya Hidup 2022 di Hotel Golden Tulip Belitung, Kamis (28/7).
Selain mencatat pengeluaran, tim juga akan menggali pengeluaran yang sesungguhnya agar mendapat gambaran yang sesuai fenomena lapangan. Dengan demikian data yang dihasilkan lebih detail dan menggambarkan kondisi riil.
SBH 2022 menggunakan instrumen yang di antaranya konsumsi rata bulanan non makanan-minuman, rokok dan tembakau, juga konsumsi harian rumah tangga untuk bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok, rokok dan tembakau.
Agung juga memaparkan bahwa berdasarkan SBH 2018, jumlah komoditas dalam paket komoditas di Bangka Belitung yakni sebanyak 279 komoditas di Belitung dan 357 komoditas di Pangkalpinang.
Bobot kelompok paket komoditas SBH 2018 paling besar di Kota Tanjungpandan yakni pada makanan, minuman, dan tembakau yakni 36,57. Disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 17,91 juga transportasi 11,03.
BPS mencatat rata-rata pengeluaran konsumsi rumah tangga dalam sebulan di Tanjungpandan yakni Rp5.936.316. Sedangkan Kota Pangkalpinang sebesar Rp7.111.114.
Sementara itu, Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Windra menjelaskan pada kurun tiga tahun terakhir telah terjadi perubahan secara fluktuatif terhadap laju inflasi bulanan di Kota Tanjungpandan. Capaian inflasi juga lebih rendah namun mendominasi karena deflasi hanya terjadi 12 kami pada rentang 2019-2021.
"Komoditas utama penyumbang inflasi pada Juni 2022 yakni cabai merah, cabai rawit, dan angkutan udara," sambungnya.
Dalam mengendalikan inflasi terhadap pembangunan daerah, pemerintah membentuk tim pengendalian inflasi daerah (TPID). TPID memiliki tugas dalam mengumpulkan data dan informasi perkembangan harga barang kebutuhan pokok dan penting, serta jasa. Juga menyusun kebijakan pengendalian inflasi, memperkuat sistem logistik, dan melakukan koordinasi dengan pusat dan provinsi. (del)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Sosialisasi-Survei-Biaya-Hidup-yang-digelar-BPS-Kabupaten-Belitung-di-Hotel-Golden-Tulip.jpg)