Berita Bangka Tengah
Usulkan Bantuan Bibit Cabai ke Kementan RI, Bangka Tengah Siapkan Lahan 31 Ha
Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah mengusulkan pengembangan tanaman cabai ke Kementerian Pertanian RI.
KOBA, BABEL NEWS - Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah mengusulkan pengembangan tanaman cabai ke Kementerian Pertanian RI. Diketahui, Bateng telah ditetapkan sebagai kawasan strategis komoditas cabai melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) nomor 472 tahun 2018.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bateng, Sukandar mengakui, telah berkunjung ke Kementerian Pertanian RI, beberapa waktu lalu. Diakuinya, tujuan kunjungan tersebut mengusulkan bantuan berupa bibit cabai untuk lahan seluas 31 hektare di wilayahnya.
"Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok cabai saat hari besar keagamaan, apalagi saat natal dan tahun baru yang memang kebutuhan akan cabai cenderung meningkat," kata Sukandar, Selasa (2/8).
Selain itu, menurut Sukandar, pengajuan ini sebagai langkah antisipasi menjaga siklus produksi ketersediaan cabai di Bateng. Supaya harganya tidak melonjak terlalu tinggi. "Pada anggaran belanja tambahan (ABT) 2022 ini, kami juga telah mengusulkan paket pendampingan sarana produksi pertanian cabai lainnya, seperti pupuk kompos, sarana prasarana pertanian dan lain sebagainya," jelasnya.
Ia menjelaskan, jika usulan 31 hektare bibit cabai tersebut terealisasi, maka selanjutnya akan dibagikan ke sejumlah Poktan ataupun Gapoktan yang ada di wilayahnya. "Total ada sekitar 52 Poktan/Gapoktan yang akan mendapatkan bibit cabai tersebut, yang tentunya akan mendapatkan bibit cabai dengan jumlah berbeda-beda sesuai kebutuhannya," ujarnya.
Termasuk, dengan varietas bibit cabai yang diberikan juga berbeda-beda untuk setiap Poktan/Gapoktan. Mulai dari cabai keriting lidia, cabai keriting juro, cabai keriting lado, cabai keriting PM 999, cabai rawit merah dewata 43 dan cabai rawit merah rinta. "Sedangkan untuk jadwal rencana tanam setiap Poktan/Gapoktan juga kita atur di bulan yang berbeda," tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian Bateng, Sajidin menambahkan, usulan pengembangan tanaman cabai ini, guna membantu meningkatkan pendapatan masyarakat ke depannya. Menurutnya, dengan adanya bantuan bibit cabai ini dapat menjadi motivasi masyarakat agar mau kembali lagi menjadi petani cabai di saat harganya yang saat ini cukup tinggi.
"Dengan begini kita harapkan semoga bisa membantu percepatan pertumbuhan ekonomi, apalagi saat ini kondisi harga TBS kelapa sawit belum naik signifikan," ungkap Sajidin.
Kawasan strategis
Diketahui sebelumnya, Kabupaten Bangka Tengah masuk sebagai kawasan strategis komoditas cabai. Status sebagai kawasan strategis komoditas cabai tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 472 Tahun 2018.
"Jadi untuk di Provinsi Bangka Belitung ini, Bangka Tengah yang ditunjuk untuk fokus pada tanaman hortikultura," ucap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah, Sukandar, Kamis (14/7).
Diakuinya, memang banyak program di Dinas Pertanian Bangka Tengah yang menjurus kepada pengendalian inflasi. "Sebelumnya, kami juga pernah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan mendapatkan kesempatan untuk contoh pengembangan cabai," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan upaya penekanan biaya produksi tanaman cabai, dengan cara mengurangi penggunaan pupuk kimia. Adapun upaya yang dilakukan adalah dengan bermitra kepada salah satu yayasan yang fokus bergerak di bidang pupuk organik.
Dengan begitu, maka biaya produksi akan lebih murah sehingga ketika harga cabai di bawah Rp20 ribu per kilogram di tingkat tengkulak, maka para petani tidak akan merugi. "Cabai adalah salah satu komoditas terbesar yang ada di Kabupaten Bangka Tengah dan tetap akan menjadi fokus kita karena dari pemerintah pusat juga kami selalu ada intervensi," ujarnya.
Intervensi yang dimaksud antara lain berupa pemberian bantuan-bantuan bibit, benih, sarana prasarana dan lain sebagainya. Bantuan tersebut diserahkan secara bergantian kepada para kelompok tani (poktan) ataupun gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah. (u2)
Subsektor Hortikultura Meningkat
KOMODITAS bawang merah yang masuk dalam subsektor hortikultura terus memberikan dampak signifikan bagi Kabupaten Bangka Tengah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Babel diketahui Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) naik sebesar 0,63 persen dan Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Desember 2021 secara umum naik 0,75 % dibanding bulan sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Petani-saat-sedang-menyemprotkan-racun-hama-di-sekitar-perkebunan-cabai.jpg)