Kabar Pangkalpinang
Bisnis Homestay Perlahan Raup Cuan, Fokus Dinas Pariwisata Kedepan
Tingginya animo wisatawan lokal hingga luar daerah ke Pulau Bangka menjadikan bisnis homestay ikut ketiban rezeki.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Peluang bisnis homestay memiliki potensi ekonomi. Tingginya animo wisatawan lokal hingga luar daerah ke Pulau Bangka menjadikan bisnis homestay ikut ketiban rezeki.
Di Pangkalpinang sendiri beberapa homestay yang dibangun seperti rumah dan didesain dengan modifikasi serta gaya yang menarik, dengan fasilitas setara hotel ternyata menjadi daya tarik bagi masyatakat.
Pasalnya harga yang ditawarkan yang lebih miring ternyata menjadi alasan konsumen memilih homestay sebagai penginapan, khususnya ketika libur akhir pekan.
"Kebetulan saya dari Muntok, kemarin ada acara dua hari di Pangkalpinang, kalau bolak balik lumayan jauh, jadi pilih menginap di homestay karena harga juga lumayan murah dibanding ke hotel. Terus fasilitas beda-beda tipis meskipun masih mewah hotel," ungkap Meli yang memilih menginap di homestay.
Tak hanya itu, ia juga mengaku pelayanan dan keamanan yang diberikan di homestay juga terjamin.
"Soal kebersihan disini tidak kalah bersih juga, sama seperti hotel," ucapnya.
Sementara itu diketahui antusiasme masyarakat menginap di homestay, khususnya di Pangkalpinang sendiri tinggi peminat.
Seperti halnya Homestay Hidayatullah di Jalan Batin Iso Atas No.436 Pintu Air, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang yang setiap weekend selalu full terisi tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Pangkalpinang.
Tarif yang ditawarkan homestay ini sangat miring yakni hanya Rp100 ribu per hari untuk kamar biasa dan Rp150 ribu untuk kategori kamar family (keluarga).
Bahkan homestay yang kurang lebih sudah berdiri sejak empat tahun terakhir dengan fasilitas berupa tempat tidur, AC dan kamar mandi ini menyediakan sebanyak 15 kamar.
"Alhamdulillah perlahan bisnis Homestay Hidayatullah peminatnya lumayan tinggi, biasnaya setiap weekend hari Kamis hingga Minggu selalu full terisi, namun untuk hari biasanya kadang terisi 5 hingga 7 kamar," ujar Owner Homestay Hidayatullah Sukron Makmum kepada Bangka Pos Group, Rabu (3/8).
Diakui Sukron, bisnis homestay yang dikelolahnya bisa meraup omzet hingga Rp30 juta per bulan.
"Kalau omzet memang tidak menentu, tapi misalkan ramai bisa mencapai Rp30 juta per bulan, dan kalau sepi seperti Covid-19 per bulan paling rendah Rp15 jutaan," katanya.
Ia menyebut, rata-rata masyarakat yang memilih menginap di homestay tempatnya stabil, baik tamu dari luar daerah hingga masyarakat lokal.
"Kalau homestay memang lebih dikhususkan untuk yang berkeluarga, dan tamu dari luar daerah juga dan ada juga dari lokal seperti Muntok dan lainnya. Dari segi harga yang kita tawarkan memang homestay kita termurah di Pangkalpinang," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Lokasi-Homestay-Hidayatullah-di-Jalan-Batin-Iso-Atas-No436-Pintu-Air-Rangkui-Pangkalpinang.jpg)