Kabar Belitung
Dermaga Penyeberangan Juru Seberang Rusak Berat
Dermaga pelabuhan penyeberangan menuju Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, Selasa (13/9) tampak rusak berat.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Dermaga pelabuhan penyeberangan menuju Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, Selasa (13/9) tampak rusak berat. Sebelum mengalami kerusakan, dermaga yang berada di area pasar tradisional Tanjungpandan itu ambruk.
Saksi jembatan yang sudah berusia belasan tahun itu ambruk yaitu Amin. Lelaki 60 tahun ini ketika itu sedang tidur diatas kapal boad miliknya. Beruntung jarang antara kapal boad dan dermaga yang ambruk sekitar lima meter.
Amburuknya dermaga penyeberangan ini terjadi pada Minggu (11/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Adanya peristiwa tersebut membuat warga Desa Juru Seberang ini hingga sekarang tidak berani melintasi dermaga.
Apalagi kondisi bagian atap yang terbuat dari coran tersebut dalam kondisi sudah retak. Tiang bawah sebagai penyanggah dermaga ini sudah hancur.
"Dari kemarin setelah ambruk itu sampai sekarang tidak berani aku lewat, hanya duduk disini saja (bagian ujung dermaga). Lihat sendiri sudah retak semua bagian coran atas," kata Amin kepada Bangka Pos Group, Selasa (13/9).
Amin sehari-hari beraktivitas di dermaga itu sebagai jasa transportasi penyeberangan dari pelabuhan menuju Desa Juru Seberang atau sebaliknya.
Selama 40 tahun berprofesi sebagai pengantar orang menggunakan kapal dari dermaga itu, baru pertama kali dermaga tersebut ambruk dengan kondisi berat.
"Kalau dulu hanya diperbaiki saja, kalau ini ambruklah. Ada sekitar 20 tahun dermaga ini, dan aku juga waktu kejadian sedang tidur di boat. Sekarang beli kopi saja ke pasar lewat dermaga itu tidak berani aku, takut naas," ucapnya.
Dermaga ini biasa menjadi pintu bagi warga Desa Juru Seberang untuk ke daratan Tanjungpandan. Keperluan warga ke daratan Tanjungpandan, ada yang ingin bekerja, sekolah hingga membawa barang keperluan sehari-hari.
Akses dari Tanjungpandan menuju Desa Juru Seberang melalui dermaga itu terbilang sangat cepat.
"Biasanya dari setengah enam sampai jam tujuh malam itu masih ada orang yang pakai kapal kami. Kalau waktu kejadian ambruk itu memang tidak ada orang yang lewat, tapi kami kedepan nya itu takut," ujarnya.
Kapal yang biasa bersandar untuk membawa penumpang di dermaga ini secara keseluruhan ada lima kapal. Sejak ambruknya dermaga itu, pemilik kapal berinisiatif memasang papan sebagai perlintasan menuju kapal. (tas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Dermaga-pelabuhan-penyeberangan-menuju-Desa-Juru-Seberang-Tanjungpandan-Belitung.jpg)