Berita Pangkalpinang

DPRD Minta Pemkot Atasi Banjir, Molen Akui Sudah Lakukan Penganggaran

DPRD Kota Pangkalpinang, mengingatkan pemerintah setempat untuk tetap menjalankan program-program pengurangan banjir menjelang akhir tahun 2022 ini.

bangkapos.com / Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat diwawancarai awak media di UPT BKN Pangkalpinang, Rabu (15/9/2021) siang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, mengingatkan pemerintah setempat untuk tetap menjalankan program-program pengurangan banjir menjelang akhir tahun 2022 ini. Pasalnya, sampai saat ini masih terdapat beberapa titik rawan banjir di Kota Pangkalpinang.

"Kami mengingatkan Saudara Wali Kota bahwasannya sampai hari ini masih ada titik rawan banjir yang menjadi langganan setiap musim hujan," kata Juru Bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dwi Pramono, Selasa (13/9).

Dwi menilai, dari periode Januari-September 2022 ini persoalan banjir masih belum terselesaikan oleh pemerintah kota. "Artinya persoalan banjir sampai hari ini belum terselesaikan, sebagaimana tema pembangunan yang diusung pada tahun 2022 adalah penguatan pembangunan ekonomi dan kesehatan masyarakat menuju daya saing daerah," jelasnya.

Hal senada turut diungkapkan Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat, Rudi Kurniawan Yahya. Menurutnya, dalam rangka pencegahan dan penanganan banjir perlu adanya perbaikan pada drainase di beberapa titik rawan banjir.

"Musim hujan yang sulit diprediksi ini harapan kami drainase di titik banjir yang belum menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk segera diperbaiki," kata Rudi.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, sejauh ini pihaknya serius dan tetap terus secara konsisten mengatasi permasalahan banjir di ibu kota Kepulauan Bangka Belitung ini. Pihaknya sudah menganggarkan miliaran rupiah untuk penanganan banjir, dana itu untuk pembuatan kolam retensi dan pengadaan mobile pump atau mesin sedot air.

"Kita sudah anggarkan kolam retensi tahun ini, beli alat lagi sedot satu. Setahu saya itu sudah dilaksanakan untuk mobile pump, itu kita beli lagi," kata Molen, sapaan akrabnya.

Pihaknya tetap melakukan alternatif lain dalam penanganan banjir ini. Di mana normalisasi sungai masih terus dilakukan. Terutama sungai Rangkui yang membelah Kota Pangkalpinang.

Berikut juga perbaikan saluran air atau drainase, kini telah dilakukan di beberapa kelurahan dan kecamatan yang menjadi daerah titik rawan banjir. Ini bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Smile untuk membersihkan ke sampah.

"Pembersihan got dan drainase tetap dilaksanakan, dibantu oleh Satgas Smile dan membersihkan sampah-sampah. Sehingga berharap kita jika tidak terjadi air pasang dan hujan lebat itu masih bisa kita atasi," jelas Molen.

Di samping itu lanjut dia, permasalahan banjir memang tidak dapat serta merta langsung diatasi. Belum lagi ditambah dengan adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi, topografi Kota Pangkalpinang yang merupakan dataran rendah di bagian pusat kota dengan berbentuk cekung turut menjadikan Pangkalpinang rawan banjir.

Maka dari itu, permasalahan banjir ini perlu diatasi secara perlahan dan bertahap. Dan tidak dapat langsung diselesaikan dalam waktu singkat. "Kalau air pasang harap maklum, karena itu sudah cuacanya seperti itu. Di mana Pangkalpinang bentuknya seperti kuali, agak ribet kita untuk menghilangkan itu," ujarnya.

Meski begitu, untuk antisipasi banjir pada musim hujan saat ini pihaknya telah menyiapkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Begitu juga dengan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dan asbes sudah disiapkan.

"Untuk alat itu kan kinerjanya, maksudnya ditingkatkan setuju saya. Jadi berimbang dengan apresiasi yang kita berikan dan kinerja mereka juga disesuaikan," kata Molen. (u1)

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved