Kabar Pangkalpinang

HMTS UBB Optimalkan Produksi Gula Merah Desa Nibung

Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Bangka Belitung berhasil lolos dalam Program Merdeka Belajar Kampus merdeka (MBKM) Bidang Bina Desa

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. HMTS UBB
HMTS melakukan Program Bina Desa di Desa Nibung Kabupaten Bangka. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Bangka Belitung berhasil lolos dalam Program Merdeka Belajar Kampus merdeka (MBKM) Bidang Bina Desa Tahun 2022.

HMTS melakukan Program Bina Desa di Desa Nibung Kabupaten Bangka dengan tema 'Strategi Pengembangan Produk Gula Merah Melalui Sistem Pemasaran Digital untuk Menjadikan Produk Unggulan Desa Nibung Kabupaten Bangka'.

Tema tersebut merupakan lanjutan dari tema sebelumnya, dimana tahun 2021 juga HMTS juga berhasil lolos program yang samaa.
Ketua HMTS Universitas Bangka Belitung Supriyadi menyebut, sebagai program

lanjutan untuk dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat Desa Nibung, HTMD merancang kegiatan pendamping dan pelatihan digital marketing.

"Bina desa merupakan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Mahasiswa pelaksana Bina desa diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha dan sejahtera," ujar Supriyadi dalam rilis kepada Bangka Pos Group, Rabu (14/9).

Disisi lain, kata Supriyadi masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat sehingga dapat mewujudkan ketahanan nasional di wilayah Republik Indonesia.

"Desa Nibung ini memiliki banyak program wadaya, kemasyarakatan dan acara rakyat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dalam wilayahnya. Diantaranya Desa Nibung dikenal sebagai salah satu desa pemasok produk gula merah yang memiliki nilai jual dan menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat," jelasnya.

Namun menurutnya, sebab masih rendah pengetahuan masyarakat mengenai strategi pemasaran digital marketing, sehingga produk gula merah tersebut tidak dapat dipromosikan secara meluas dan tidak terjual dengan optimal.

"Ketidakoptimalan penjualan ini juga menyebabkan rendahnya motivasi para petani untuk memproduksi gula merah. Oleh karena itu kami HMTS melalui program ini yang diselenggarakan oleh UBB memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi masyarakat Desa Nibung mengenai strategi pemasaran digital marketing sehingga produk gula merah Desa Nibung dapat dipromosikan secara luas dengan penjualan yang optimal," tuturnya. (*/t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved