Integrasi Pendidikan Antinarkoba Butuh Regulasi

Sebab, program itu merupakan upaya pemerintah melalui BNN dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
KUNJUNGAN BNN KOTA - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (kiri) menerima kunjungan Kepala BNN Kota Pangkalpinang AKBP Noer Wisnanto (tengah) di kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (13/9/2022). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Pangkalpinang AKBP Noer Wisnanto mengatakan, program integrasi pendidikan antinarkoba pada kurikulum satuan pendidikan akan segera diterapkan di Pangkalpinang.

Namun, pihaknya harus mendapatkan regulasi berupa peraturan wali kota terlebih dahulu.

Peraturan wali kota nantinya akan menjadi pedoman dalam penerapan program integrasi pendidikan antinarkoba tersebut.

"Peraturan wali kota nantinya sebagai pedoman dan acuan dalam penerapan inovasi itu," kata Noer, Selasa (13/9/2022).

Badan Narkotika Nasional, lanjut dia, perlu menyerahkan silabus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang untuk dikaji, diuji, dan diverifikasi demi kelayakan implementasi program itu di sekolah.

Noer menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan kendala apa pun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang.

"Semua lancar dan terus mendapat dukungan, khususnya dari kepala dinasnya," ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, program integrasi pendidikan antinarkoba akan diterapkan di jenjang SD, SMP, SMA, dan pondok pesantren.

Program tersebut diharapkannya makin meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya narkoba.

"Semoga langkah sederhana ini dapat menjadi manfaat baik dan berdampak positif untuk Indonesia khususnya lingkungan pendidikan di Kota Pangkalpinang," tutur Noer.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved