1,16 Juta Warga Bangka Belitung Pakai Internet
Khusus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, angkanya sudah mencapai 80,1 persen atau 1,16 juta dari total penduduk 1,46 juta jiwa
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Mariam F Barata mengatakan, berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 77,02 persen dari total penduduk Indonesia pada periode 2021-2022.
Khusus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, angkanya sudah mencapai 80,1 persen atau 1,16 juta dari total penduduk 1,46 juta jiwa.
Tren penetrasi internet di Tanah Air meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2018, penetrasinya mencapai 64,8 persen dan levelnya naik menjadi 73,7 persen pada 2019-2020.
"Kita sadari penggunaan internet saat ini berdasarkan data tahun 2022 dari APJII sudah mencapai 77,02 persen atau 210 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet," kata Mariam di Pangkalpinang, Rabu (22/9/2022).
Dia memaparkan, penggunaan internet sejauh ini masih terpusat di Pulau Jawa dengan persentase 43,92 persen.
Sumatera berada di peringkat kedua dengan 16,63 persen. Selanjutnya, Sulawesi 5,53 persen, Kalimantan 4,88 persen, Nusa Tenggara 2,71 persen, Papua 1,38 persen, Bali 1,17 persen, dan Maluku 0,81 persen.
"Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mencapai 80,1 persen. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di provinsi ini sudah dapat mengakses informasi melalui internet dan ini makin memudahkan untuk pelayanan publik secara online," ujar Mariam.
Smart city
Karena itu, menurut dia, dibuatnya masterplan Kota Pangkalpinang menjadi smart city atau kota cerdas merupakan langkah yang sangat tepat.
Sekadar diketahui, Pangkalpinang menjadi salah satu dari 50 kota di Indonesia yang terpilih untuk penyusunan masterplan smart city tahun 2022.
Smart city merupakan pengembangan dan pengelolaan kota yang memanfaatkan teknologi untuk membuka dan memonitor berbagai sumber daya yang ada yang ada di dalam kota agar efektif dan efisien.
Hal itu juga untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya agar lebih mudah, murah, dan lebih cepat.
Meski demikian, penggunaan teknologi informasi bukan hal yang mutlak dalam pembangunan ekosistem dengan memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya sehingga warga bisa hidup nyaman dan berkelanjutan.
Dengan demikian, dapat menghadapi permasalahan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
"Penyusunan masterplan ini bukan puncak dalam menuju kota cerdas, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Ini untuk mendukung cita-cita yang ingin dicapai oleh Kota Pangkalpinang agar dapat menyejahterakan masyarakat," tutur Mariam.
Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi perlu dilakukan kepada seluruh pemangku kepentingan di Pangkalpinang, baik aparat pemerintah, pelaku usaha, BUMN, akademisi, tokoh agama, masyarakat, perbankan, bahkan komunitas.
"Mudah-mudahan di tahun yang akan datang Provinsi Bangka Belitung menjadi salah satu provinsi percontohan untuk menjadi smart province atau provinsi cerdas," kata Mariam. (u1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20220922_Direktur-Tata-Kelola-Aplikasi-Informatika-Mariam-F-Barata-berfoto-bersama.jpg)