Kabar Pangkalpinang

Harga Cabai Merangkak Lagi

Imbas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite, pertamax dan solar, mulai diikuti naiknya beberapa jenis komoditas.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Pedagang komoditas bahan pangan di Pasar Air Itam Pangkalpinang sedang melayani pembeli. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Imbas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite, pertamax dan solar, mulai diikuti naiknya beberapa jenis komoditas di pasar Pangkalpinang.

Para pedagang sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang menunjukkan tren peningkatan paling signifikan.

Seperti disebutkan Sudir, pedagang di Pasar Air Itam Pangkalpinang menyebut, kini harga cabai rawit per ons menjadi Rp7.000, dan Rp70 ribu per kilogram. Cabai merah panjang per ons Rp8.000 dan Rp80 ribu per kilogram.

Sebelumnya, harga cabai rawit sudah sempat turun menjadi Rp50 ribu sekilo. Namun kini terus merangkak naik.

"Kalau yang paling terasa naik setelah kenaikan BBM itu cabai sama sayuran. Karena cabai dan sayuran ini masih kirim dari luar jadi ongkosnya naik," ujar Sudir saat ditemui Bangka Pos Group, Selasa (27/9).

Sementara, harga bawang merah per kilogram Rp35 ribu dan per ons Rp4.000 dan bawang putih per kilogram Rp24 ribu dan per ons Rp3.000.

"Kalau harga bawang sebelumnya sempat sudah Rp28 ribu namun naik lagi. Seiring naiknya BBM katanya nanti bakal naik lagi malah," sebutnya.

Bahkan selain kenaikan harga BBM, Sudir mengeluhkan pembeli amat sepi, membuat pendapatannya berkurang.

Senada dikatakan Erwandy, pedagang di Pasar Induk Pembangunan Pangkalpinang juga mengaku hal yang sama. Selain banyak kebutuhan pokok yang naik, pembeli yang biasa datang berkurang.

"Kalau harga naik itu biasalah, karena BBM naik harga naik. Nah, sekarang malah pembeli yang sepi, tidak seperti biasa," ungkap Erwandy.

Dia menyebut, kini menjual cabai rawit kecil seharga Rp70 ribu per kilogram dan Rp8.000 per ons. Sedangkan cabai merah panjang Rp35 ribu per kilogram dan cabai merah Rp28 ribu per kilogram.

"Kalau yang terasa naik itu mungkin cabai, kalau bawang masih belum karena masih standar," ucapnya.

Diakui Erwandy, banyak pula para pembeli mengeluhkan beberapa komoditas bumbu dapur itu naik sehingga mengurangi jumlah pembelian masyarakat.

"Kalau yang ngeluh banyak naik itu banyak. Biasalah emak-emak, paling mereka mengurangi pembelian yang biasanya beli 5 ons sekarang beli 3 ons," tuturnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved