Kabar Pangkalpinang

Batik Babel Mejeng di Australia

Satu di antara Perajin Ecoprint di Bangka Belitung, Wiwik Soemitro yang telah menerbangkan karyanya hingga ke pelosok negara.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. Wiwik Soemitro
Perajin Batik Ecoprint (B.eco) Wiwik Soemitro saat ikut pameran fashion show. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kehadiran karya ecoprint kian eksis ditengah dunia fashion. Sebelumnya di Bangka Belitung sendiri, kain batik cual terlebih dulu hadir. Namun, perlahan tingginya kreativitas pelaku seni, kini muncul produk ecoprint yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan tumbuhan dari alam yang dituangkan di atas kain putih.

Hal ini tentunya membuat konsumen merasa aman menggunakan produk ecoprint karena memanfaatkan bahan alam sebagai media pembuatan pola.

Kehadiran produk ecoprint ini pun telah sampai ke telinga para wisatawan mancanegara.

Satu di antara Perajin Ecoprint di Bangka Belitung, Wiwik Soemitro yang telah menerbangkan karyanya hingga ke pelosok negara seperti, Australia, Singapura, Sidney, Brazil dan beberapa wilayah lainnya.

Perempuan kelahiran Solo, 10 November 1968 yang tinggal di Koba Bangka Tengah ini telah menggeluti kerajinan ecoprint sejak tahun 2018.

Ia menceritakan, ketertarikannya di dunia seni memang sudah sejak kecil, bahkan sebelum terjun ke seni ecoprint ia juga bergelut dalam kesenian batik. Bahkan karya ecoprint miliknya telah diberi label B.eco (Bangka Ecoprint).

Wiwik menilai trend fashion di Indonesia yang sudah diarahkan ke sustainable fashion dan ramah lingkungan membuat perkembangan ecoprint saat ini mulai banyak diminati.

"Awal mula saya tahu ecoprint ini sejak tahun 2017, waktu itu kebetulan bergaul dengan teman seni di luar dan dari sini sejak 2018 praktik dan sampai sekarang Alhamdulillah masih lanjut dan banyak yang mulai tertarik dengan ecoprint. Alhamdulillah melalui teman atau tangan ketiga yang ada diluar produk B.eco juga telah tembus ke luar negeri, seperti Australia, Singapura, Brazil dan juga termasuk di pasar Indonesia," ujar Wiwik kepada Bangka Pos Group, Jumat (30/9).

Ia mengatakan, berbagai event fashion show seni pun turut diikutsertakan dalam pameran karya B.eco di beberapa event luar daerah seperti di Solo, Yogyakarta, Jakarta hingga Bali.

Dalam satu bulan ia mengungkap bisa menghasilkan sebanyak 150 kain karya ecoprint yang siap diolah, baik menjadi produk fashion, aksesoris dan lainnya.

"Untuk produksi tidak setiap saat, kadang kalau muncul ide mau ngapain saja kita produksi, untuk keseharian bikin ecoprint ini saya sendiri, tetapi kalau ada orderan biasanya saya butuh dua tenaga yang ikut membantu," tuturnya.

Aneka produk ecoprint ini dijualnya dengan harga bervariasi mulai dari Rp25 ribu hingga Rp2,5 juta.

"Ecoprint yang saya hasilkan ini berupa bahan kain, namun untuk produk seperti fashion mulai dari baju, sepatu, jilbab dan lainnya kita kerja sama dengan penjahit yang ada. Alhamdulillah omzet lumayan karena saat ini banyak yang mulai tertarik ecoprint, dimana tahun kemarin omzet ini bisa mencapai Rp70 juta," sebut Wiwik.

Selain ramah lingkungan, ia menyebut produk ecoprint ini kelebihan yakni stok yang tersedia limited atau tidak sama satu sama lainnya.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved